Legislator NasDem: Transformasi Teknologi Harus Melindungi Hak Warga Negara

oleh -1649 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini menegaskan transformasi teknologi tidak boleh hanya sebagai sarana mencari keuntungan ekonomi tetapi juga harus melindungi hak-hak warga negara.

Amelia mengatakan, transformasi teknologi merupakan motor penggerak perubahan bagi bangsa yang bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi. Namun, untuk menciptakan masa depan yang lebih sejahtera dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Kedaulatan digital tidak hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi juga tentang kemandirian dalam mengelola data, melindungi privasi warga negara, dan memastikan keamanan dari ancaman eksternal,” kata Amelia dalam perayaan HUT ke-31 Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) di Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Amelia menegaskan, Indonesia dapat belajar dari negara lain seperti Australia yang telah menekankan pentingnya kedaulatan digital sebagai bagian dari strategi nasional mereka.

Melalui kebijakan perlindungan data dan pengembangan infrastruktur digital yang berdaulat, lanjut Amelia, Australia membuat transformasi teknologi tidak hanya menguntungkan secara ekonomi.

Jepang juga bisa menjadi contoh sebagai negara yang memanfaatkan teknologi digital secara berdaulat dengan mengintegrasikan inovasi teknologi dalam layanan publik, infrastruktur keamanan, dan pengembangan ekonomi berbasis digital.

“Sebagai wakil rakyat di Komisi I DPR RI, saya ingin menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat,” kata legislator dari Dapil Jawa Tengah VII (Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purbalingga) itu.

Amelia mengajak seluruh pihak untuk terus berupaya agar kesenjangan digital di Indonesia dapat diatasi. Upaya tersebut harus seirama untuk memastikan manfaat teknologi digital dapat diakses, khususnya oleh mereka yang berada di pelosok negeri.

Seluruh pihak harus bersama mewujudkan transformasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat demi menyongsong era Indonesia Emas tahun 2045.

“Saya yakin bersama-sama kita bisa mendorong Indonesia menjadi bangsa yang lebih tangguh pada era digital, sambil menjaga kedaulatan digital yang kokoh seperti halnya negara-negara yang telah kita pelajari,” pungkasnya.

Transformasi teknologi mengalami perubahan mendasar menjadi transformasi digital, yang dicatat wikipedia adalah pengalihbentukan digital, pengalihrupaan digital, pengalihwujudan digital, atau alih ragam digital adalah bagian dari proses teknologi yang lebih besar. Transformasi digital merupakan perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat.

Transformasi digital mencakup penggunaan dan kemampuan transformatif dalam hal menginformasikan kesadaran digital. Tahap transformasi adalah tahap penggunaan proses digital yang memungkinkan inovasi dan kreativitas dalam suatu produk digital tertentu, bukan hanya meningkatkan saja, tetapi juga mendukung metode tradisional.

Dalam arti sempit, transformasi digital dapat menghasilkan konsep paperless dan memmengaruhi efektivitas usaha perorangan dan dapat berguna pada seluruh segmen masyarakat, seperti pemerintah, komunikasi massa, seni, obat-obatan, dan ilmu pengetahuan.

Shahyan Khan (2016), telah terjadi kerancuan mengenai definisi digitasi, digitalisasi dan transformasi digital. Sebuah kajian akademik yang dilakukan oleh Khan dan Bounfour (2016), Vogelsang (2010), Westerman (2014), Collin, et al. (2015) berjudul “Kepemimpinan pada era Digital – sebuah studi tentang efek digitalisasi pada top manajemen kepemimpinan” akhirnya mampu menjelaskan sejarah perkembangan digitalisasi beserta dengan istilah-istilah dari konsep tersebut.

Transformasi digital telah menjadi sebuah fenomena yang mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Saat ini merupakan era yang sering disebut sebagai era digital mulai dari istilah 3.0, 4.0, hingga 5.0. Masyarakat juga sudah menyadari hal tersebut dan menganggap penting untuk mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses produksi, meningkatkan efisiensi, dan mencapai keberlanjutan usaha. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari adanya transformasi digital dalam dunia usaha, seperti peningkatan efisiensi yang dapat diperoleh dari penggunaan teknologi digital.

Hal ini disebabkan pelaku usaha menjadi sangat mudah dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan yang lebih baik terhadap produk dan sumber daya lainnya. Transformasi digital dapat mengubah sektor usaha menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan inovatif. Dengan adopsi teknologi digital, pelaku usaha dapat dengan mudah meningkatkan produktivitas dan menghadapi tantangan global dalam pemenuhan kebutuhan. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.