Pagi gelap menunggu honor. Langkah letih menuju sekolah Senyum dipaksa tampak utuh. Perut kosong menyimpan sabar Tumpukan tugas mencuri tidur. Suara murid
Tag: Aprianus Gregorian Bahtera
Api Panggilan di UNWIRA
Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera Setiap tahun, dunia kampus selalu menyambut wajah-wajah baru yang penuh harapan dan rasa penasaran. Proses penyambutan itu tidak
Pancasila Menjaga Damai Semesta
Pancasila berdiri kokoh mempersatukan bangsa. Menjadi arah langkah seluruh rakyat. Nilainya hidup dalam setiap kebijakan membawa harapan bagi masa depan. Para pemimpin
Pancasila Pemersatu Bangsa
Lahir saat fajarNadi bangsa bangunSuara hati satuDamai jadi pijakan Lima sila tegakJalan menuju senyumBerbeda namun dekatRukun menata hidup Rumah kecil kitaPenuh warna
Media Sosial: Arus Menggerus Karakter
Heraklitus, filsuf Yunani kuno, pernah menyatakan “Pantha Rei” yang berarti segala sesuatu mengalir dan tidak ada yang kekal. Prinsip perubahan konstan ini
Pancasila Menjaga Damai Semesta
Pancasila berdiri kokoh mempersatukan bangsa. Menjadi arah langkah seluruh rakyat. Nilainya hidup dalam setiap kebijakan membawa harapan bagi masa depan. Para pemimpin
Setia Terkalahkan Layar Biru
Kita terlalu mudah membuka hati di layar kecil. Kini janji setia kalah oleh pesan yang muncul diam-diam. Akun media sosial jadi tempat
Upah Kecil Pengabdi Negeri
Pagi gelap menuju sekolah. Langkah letih membawa harapan. Kapur putih saksi pengabdian. Perut lapar disembunyikan diam. Jam mengajar terus bertambah. Tenaga habis
Perdagangan Manusia Melukai NTT Kita
Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini berhadapan dengan krisis kemanusiaan yang tidak dapat lagi diabaikan: praktik perdagangan manusia
Pekerja Platform Tanpa Payung: Negara Sibuk Bertransformasi, Buruh Tetap Tergantung
Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera Indonesia sedang bersemangat merayakan era digital, tetapi di balik layar gemerlap aplikasi dan algoritma, ada jutaan manusia yang
Upah yang Tak Pernah Cukup
Di pagi buta mereka sudah berjalan mengejar waktu yang tak pernah ramah. Keringat jadi bahasa paling jujur di negeri yang sering lupa
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









