SALAH satu ajaran Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus yang terkenal adalah, “Lakukanlah hal kecil dengan cinta yang besar”. Kalimat ini merupakan buah refleksi Santa Teresia akan hidupnya yang hanya ingin mencintai Yesus. Mungkin kita sering mendengar kata-kata ini entah di Sekolah, di lingkungan, maupun di berbagai sumber buku.
Namun, Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus secara khusus mengundang kita untuk mendalami perkataannya, tidak sekadar membaca atau mendengar sekilas tanpa mengerti makna yang hendak dimaksud.
Santa Teresia menuliskan secara lebih lanjut demikian, “Cobalah mengerti, bahwa untuk mencintai Yesus, untuk menjadi kurban dari cinta-Nya sehingga dibakar oleh Api Cinta Kasih itu, orang justru harus semakin lemah dan papa.
Keinginan untuk menjadi kurban bakaran, itu sudah cukup. Akan tetapi, untuk itu orang harus sungguh-sungguh mau tinggal miskin dan tidak berdaya….” Kristus tidak menghendaki manusia untuk berbuat hal-hal besar terlebih dulu baru hal-hal kecil. Bukan itu!
Santa Teresia bermaksud bahwa dari hal-hal kecil seperti persembahan diri apa pun yang kita punya, itu akan menjadi sangat berarti di hadapan Allah. Allah mengerti dan mau menerima apa yang kita punya, apa yang kita butuhkan, dan apa yang kita persembahkan.
[Sumber: Aku Percaya Akan Cinta Kasih Allah, tulisan asli Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, dalam Ruah 2024]







