Oleh: Yoga Duwarto
Pada tanggal 20 Oktober 2024, Indonesia akan memasuki babak baru dalam kepemimpinan nasional dengan dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden. Peralihan kekuasaan ini membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam konteks melanjutkan program-program yang belum selesai dari era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kita ketahui selama masa kepemimpinan Jokowi, sejumlah program strategis telah diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa. Maka tentunya salah satu program yang harus dilanjutkan adalah pembangunan infrastruktur.
Jokowi dikenal dengan fokusnya pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Program ini harus terus dilanjutkan dengan perbaikan strategi lebih baik dan juga analisis detail mendalam untuk mendukung konektivitas antar wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Selain daripada itu, penguatan sistem kesehatan juga menjadi hal yang sangat penting. Pada saat terjadi pandemi COVID-19 juga telah mengungkapkan kelemahan dalam sistem kesehatan Indonesia. Maka melanjutkan reformasi di sektor kesehatan, termasuk peningkatan akses layanan kesehatan dan kualitas tenaga medis, sangat penting untuk menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Kemudian pemberantasan kemiskinan masih merupakan program yang perlu diteruskan dengan pendekatan yang lebih holistik, termasuk kepada pemberian pelatihan keterampilan dan kemudahan masyarakat akses terhadap lapangan kerja.
Tentunya masyarakat juga mengetahui bahwa korupsi merupakan salah satu isu sangat kritikal yang masih terus dihadapi Indonesia. Secara konsisten, kasus korupsi di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut Indonesian Corruption Watch (ICW), kasus korupsi terus meningkat baik dari jumlah kasus, tersangka, maupun jumlah potensi kerugian keuangan negara.
Bahkan, sektor Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) merupakan penyumbang terbesar kedua tindak pidana korupsi di Indonesia, yaitu dengan total 339 kasus sepanjang tahun 2004–2023. Sehingga Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia juga menunjukkan tren yang memburuk atau jalan ditempat. Pada tahun 2023, IPAK sebesar 3,92, namun pada tahun 2024, nilai ini menurun menjadi 3,85. Ini menunjukkan bahwa tindak korupsi masih menjadi masalah yang kompleks di Indonesia.
Prabowo Subianto, dalam kampanye pemilihan presiden, telah berjanji untuk mengatasi korupsi dengan cara yang tegas. Ia menjamin bahwa pemerintahannya tidak akan berkompromi dengan korupsi dan siap mengejar koruptor hingga ke wilayah paling terpencil di dunia. Bahkan, Prabowo bila perlu berencana untuk mengirim pasukan khusus hingga ke Antartika untuk menangkap koruptor yang melarikan diri dari jerat hukum.
Janji ini tentu sangat relevan dengan kondisi korupsi di Indonesia yang masih marak. Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia menurun drastis dari 40 poin pada tahun 2019 menjadi 34 poin pada tahun 2023. Ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya merugikan negara secara finansial tetapi juga berkontribusi besar menghambat pembangunan dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan aset negara, Prabowo juga berjanji akan menutup semua kebocoran dalam anggaran negara dan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.
Maka tentunya perlu segera menyelesaikan RUU Penyitaan Aset menjadi sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Data statistik korupsi di Indonesia menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya terbatas pada level elit tetapi juga meluas ke level birokrasi lokal. Biaya parpol dan politik uang sangat mempengaruhi percepatan skor IPK. Oleh karena itu, perlu disegerakan implementasi mengundangkan dari RUU Penyitaan Aset sehingga dapat membantu menghilangkan dampak kebocoran anggaran negara dan meningkatkan integritas institusi pemerintah.
Selain daripada hal diatas ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun Indonesia telah mencatat peningkatan dalam ketahanan pangan, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Mengingat menurut Global Food Security Index (GFSI), Indonesia masih berada di posisi 65 dari 113 negara dengan skor 54,8 pada tahun 2018, ini menunjukkan peningkatan dari skor awal 46,8 pada tahun 2012. Namun diingatkan, Indonesia masih berada di bawah rata-rata global dan regional.
Pemerintah memang telah berusaha meningkatkan ketahanan pangan dengan beberapa strategi. Namun tentunya tidak dapat selalu melakukan impor pangan untuk kecukupan pangan yang membahayakan ditengah dinamika geopolitik. Salah satunya pemerintah harus serius melakukan pembangunan infrastruktur irigasi yang ditargetkan mencakup pembangunan 65 bendungan dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3 juta hektar.
Modernisasi irigasi juga menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Lima pilar modernisasi irigasi mencakup keandalan suplai air, keandalan jaringan irigasi, manajemen air, kelembagaan petani, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dengan penerapan teknologi pertanian modern serta pelatihan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas mereka, proyek Food Estate harus dapat diperbaiki demi ketahanan pangan masyarakat.
Food Estate merupakan salah satu program strategis yang dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pangan domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Mengingat situasi global yang tidak stabil saat ini termasuk terjadinya konflik geopolitik dan perubahan iklim, ketahanan pangan menjadi semakin penting bagi Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian.
Untuk memperbaiki proyek Food Estate, pemerintah harus berinvestasi besar dalam infrastruktur pertanian yang canggih. Hal ini termasuk pembangunan fasilitas irigasi, pengelolaan lahan yang secara modern dan efektif seperti sistem irigasi perpipaan dan perpompaan, serta merubah pola tradisional menjadi modern dengan tetap melibatkan masyarakat lokal. Maka selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan kapabilitas petani melalui pelatihan dan pendidikan terkait teknologi pertanian modern agar petani dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam.
Pemerintah juga harus berkomitmen serta berfokus pada penyediaan makan siang gratis bagi siswa prasekolah hingga SMA sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia terutama mereka yang datang dari keluarga kurang mampu.
“Bagi saya, mereka yang mengatakan bahwa memberikan makan siang kepada anak-anak kita tidak penting bukanlah orang yang sehat pikiran dan tidak mencintai negara ini,” kata Prabowo. Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh sehat secara fisik sekaligus cerdas secara intelektual.
Maka tentunya perbaikan mutu pendidikan juga harus menjadi prioritas utama selanjutnya dalam meningkatkan sumber daya manusia. Prabowo berjanji akan meningkatkan standar pendidikan di sekolah-sekolah dasar dan menengah dengan fokus pada peningkatan kualitas guru-guru serta fasilitas-fasilitas pendidikan agar generasi muda dapat tumbuh menjadi individu-individu yang kompetitif di tingkat internasional.
Masyarakat Indonesia memiliki harapan besar terhadap Prabowo Subianto dalam mengatasi korupsi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Mereka berharap bahwa kepemimpinan Prabowo dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat serta penegakan hukum yang tegas terhadap praktik-praktik koruptif.
Harapan masyarakat juga terfokus pada perbaikan kualitas hidup melalui akses pendidikan berkualitas serta jaminan gizi bagi anak-anak mereka sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan cerdas.
Peralihan kepemimpinan dari Jokowi ke Prabowo Subianto merupakan momen penting bagi Indonesia. Dan melanjutkan program-program strategis dari era Jokowi dan harus mengimplementasikan visi misi yang ambisius beserta janji-janji kampanye Prabowo yang telah disampaikan, termasuk komitmennya dalam pemberantasan korupsi serta penguatan ketahanan pangan. Prabowo memiliki kesempatan untuk memenuhi harapan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan global dan domestik, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama menuju Indonesia yang lebih baik.
Segera mengundangkan RUU Penyitaan Aset dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pemberantasan korupsi demi menutup kebocoran agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Indonesia dapat bergerak menuju arah yang lebih positif dalam menghadapi tantangan korupsi serta meningkatkan kualitas hidup bagi seluruh rakyatnya.
Meningkatkan ketahanan pangan melalui pembangunan food estate serta modernisasi teknik pertanian adalah langkah-langkah penting untuk memastikan kemandirian pangan nasional di tengah ketidakpastian global saat ini.
Pemerintah juga terus memaksimalkan modernisasi irigasi untuk mencapai target swasembada pangan di Indonesia. Modernisasi irigasi strategis dan rehabilitasi irigasi sangat penting untuk dilaksanakan terutama dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Awalnya satu kali menjadi dua kali; dua kali menjadi tiga kali; serta terus meningkatkan produktivitas tanaman melalui pendekatan Climate Smart Agriculture (CSA) juga dapat mendongkrak produktivitas dengan risiko lingkungan yang minimal.
Dengan demikian, implementasi modernisasi irigasi melalui pembangunan daerah irigasi premium dapat meningkatkan ketahanan pangan dan air nasional. Irigasi premium yang mendapat jaminan suplai air dari bendungan dapat memberikan pelayanan optimal kepada petani sehingga meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pangan secara keseluruhan.
Indonesia Emas 2045 adalah visi masa depan bangsa yang cerah dan berwarna-warni. Visi ini didasarkan pada RPJPN yang melibatkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk mencapai menjadi negara maju dan berdaulat.
Dengan persiapan matang serta dedikasi dari generasi muda dan kolaborasi bersama pemerintahan Prabowo, Indonesia berharap dapat mencapai cita-cita besar ini. Mari kita bekerja keras bersama-sama untuk membangun mimpi besar dan menjadikan Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan nyata. Mari kita percayai potensi kita sendiri dan bersama-sama menciptakan masa depan yang gemilang bagi Indonesia.
Sabtu, 19 Oktober 2024
Penulis adalah Peneliti dan Pemerhati Kebijakan Publik







