Yang Tak Pernah Diundang

oleh -1214 Dilihat
banner 468x60

Aku adalah pohon tua di pekarangan panti jompo,
akar-akar ku bersilang seperti tangan para ibu
yang menunggu pulang anak-anaknya
dengan suara doa yang patah.
Setiap 17 Agustus, suara mikrofon dari lapangan sebelah
merambat ke dahanku seperti kenangan yang getir.
Tapi tidak ada satupun dari mereka
yang membawa kue ulang tahun untuk republik yang kami jahit
dengan air susu dan luka.
Kami tak lagi bisa berdiri memberi hormat,
tapi detak jantung kami tetap berdetak dalam warna merah putih.
Mereka merayakan merdeka,
kami mengenang bagaimana rasanya mencintai tanah
tanpa pernah dijanjikan pulang.

Agustus 2025

Oleh: Fileski Walidha Tanjung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.