Bola matamu
Dari tangan dan jari yang mulai keriput
Engkau membesarkan kami sendiri
Tanpa pernah mengeluh
Tanpa ada kata lelah
Pagi kamu jadi ibu sekaligus ayah yang membangunkan
Malam jari-jarimu mengayun lebut di kepala hingga kantuk menjemput
Dompet tipis kamu sulap jadi cukup
Air mata kau sembunyikan diri Dari balik tawamu
Hidup merupakan pilihan
Doa yang selalau melambung, membumbung tinggi
Dan menghiasi jalan hidupku
Kesabaran terus mewangi dalam harimu
Doa semakin merimbun dan senyum semakin mendung
Usia semakin larut
Aku belum membalas
Jika Tuhan menginzinkan
Aku ingin menjagamu seperti diriku sendiri
Kamu adalah diriku yang lain
Ibu terima kasih
Doaku selau untukmu
Oleh: Maya Estiani Waingu
(Siswa kelas XI IPA, SMA Santu Agustinus Tana Malli, Lamboya)







