Kekayaan Tuhan

oleh -44 Dilihat
banner 468x60

Ketika manusia bersikap egois bahwa aku harus menang dan orang lain harus kalah; aku harus sukses dan orang lain harus gagal; bahkan aku harus kaya dan orang lain harus miskin,

berarti kita telah mendahului kehendak Tuhan bahkan menjadi “tuhan baru” dengan menyekutukan dan menjadi tandingan-Nya.

Padahal kewenangan untuk menyukseskan, mengayakan, membahagiakan, juga membolak-balik hati manusia,

sepenuhnya merupakan hak prerogatif Allah Yang Maha Berkehendak, Maha Berkuasa, dan Maha Memiliki kekayaan tiada terbatas. ***

Oleh: Eeng Nurhaeni

(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten, juga penulis puisi dan esaiuntuk berbagai media nasional, seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Radar NTT dan lain-lain)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.