Di bawah langit Oktober yang syaduh
Bermacam suku, lidah, dan ragu.
Diikat erat oleh lisan yang satu melebur
Beda dalam simfoni yang padu
Di Hening malam yang terjaga ada bahasa lain yang bergemar tanpa suara
Bahasa cinta, kepasrahan dan Doa yang diajarkan olehmu.
Oh Bunda Maria adalah ibu,
Semu bangsa, menerima kabar gembira tanpa ada prasangka.
Lewat untaian Rosario yang kami bawa
kau satukan hati kami yang berbeda-beda
Bunda Maria cermin ketaatan sejati,
bimbinglah lidah kami yang bertutur hari ini
Agar bahasa kami membangun bukan melukai. Menjadi berkat demi persatuan bumi pertiwi
Oleh: Jenia Garka Baiya
(Siswa kelas XI IPS, SMA Santu Agustinus Tana Malli, Lamboya)






