Riwayat Luka

oleh -95 Dilihat
banner 468x60

Banyak sekali luka-luka sejarah yang ditorehkan pada diri Rasulullah, baik dari kaum musyrikin Qurays, kaum Thaif, hingga komunitas Yahudi di Madinah.

Dalam Perang Uhud beliau pun terluka, hingga tanggal giginya oleh hempasan anak panah yang melesat dari busur para musuhnya.

Namun dalam peristiwa Fathu Makkah, Nabi dan para sahabat memilih untuk melupakan segala goresan luka di masa lalunya.

Rasulullah memberi maaf dan pengampunan bagi mereka yang pernah menorehkan luka, baik secara fisik maupun spiritual.

Beliau menolak dendam dan amarah, bukan seperti yang ditempuh raja-raja terdahulu, baik Romawi, Mesir maupun Babilonia.

Yang terkenang dalam pikirannya justru ketika Fatimah anak tercinta, menyisiri rambut dan membersihkan kepalanya dari lemparan-lemparan pasir kaum musyrikin, juga ketika beliau bersender mesra di pangkuan Aisyah, seakan menjadi obat penenang bagi luka-luka yang ditorehkan musuh-musuhnya di masa lalu. (*)

Oleh: Hafis Azhari

(Penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.