Kita perlu memberi maaf atas kesalahan dan kezaliman yang dilakukan seseorang maupun komunitas masyarakat tertentu.
Agama pun menganjurkan agar kita berbesar hati untuk memberi maaf kepada siapa pun.
Bukankah kita semua menginginkan agar Tuhan meridhoi dan mengampuni segala kesalahan di masa lalu?
Tetapi, ketika bangsa ini telah menuduh pemimpinnya sebagai pelaku makar, mereka telah berkolaborasi dengan nafsu-nafsu Jahiliyah untuk menjatuhkan Bung Karno sebagai bapak bangsa dan Waliullah.
Bukankah kita memahami pernyataan para alim ulama, bagi siapa pun yang memusuhi Waliullah, maka Tuhan akan senantiasa menjadi musuh utama baginya?
Dengan begitu, maka kekayaan dan kemakmuran mungkin diperoleh oleh bangsa ini, namun keberkahan rizki Allah akan sirna dan jauh darinya. (*)
Oleh: Supadilah Iskandar
Penulis adalah Penggiat Sastra Milenial Indonesia, menulis Puisi dan Prosa di berbagai media nasional, luring dan daring







