Bersama beberapa sahabat, kami baru memeluk Islam.
Kami membayangkan masa depan dunia yang aman dan nyaman untuk anak-cucu kami.
Kami menghendaki mereka sebagai manusia beriman yang percaya pada kekuasaan Allah Yang Maha Agung, bersabar di saat menghadapi kesulitan, tidak angkuh dan sombong saat meraih kesuksesan, senantiasa bersyukur di kala sempit maupun lapang.
Sebagai orang tua danĀ muallaf, kami tak rela melihat masa depan anak-anak kami, seperti ribuan manusia Zombi di lorong-lorong Philadelphia.
Gadis-gadis di tempat prostitusi yang menjajakan diri, hanya untuk meraih gengsi dan kesenangan duniawi.
Seakan tak ada jalan keluar bagi mereka, kecuali hanya bergantung pada candu alkohol, bahkan narkoba dan perjudian yang dilegalkan.
Itulah cara-cara mereka yang berusaha kami hindari, karena yang mereka inginkan hanya kepuasan sesaat, kemudian kembali ke lorong kegelapan yang abadi. []
Oleh: Hafis Azhari
Penulis adalah PenelitiĀ historical memory, juga penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten







