Aku Selalu Lupa Peradaban Dunia ini Keras

oleh -561 Dilihat
banner 468x60

Aku selalu lupa peradaban di tengah savana hijau Tana Marapu Huba.

Kuda sandelwood Sumba menari mengajarkan kebebasan dan keberanian.

Jalan setapak berliku menuntun langkah anak-anak desa.

Jembatan bambu yang bergoyang lembut di atas sungai berkilau.

Angin membawa bisikan leluhur Tana Marapu menembus hati yang gundah.

Batu megalitik berdiri diam saksi keteguhan dan sejarah.

Burung -burung terbang melintas membawa pesan dari masa lalu.

Anak-anak desa menapaki dunia dengan tawa yang murni.

Suara Tambur dan gong yang di iringi tarian menyatu dengan alam.

Membawa ketenangan di tengah kerasnya hidup.

Savana luas menjadi guru kesabaran dan ketabahan.

Kuda menendang tanah membangkitkan semangat yang tertidur.

Angin membawa aroma cendana,tana subur dan doa.

Tenun berwarna menari di tangan yang mencintai.

Mengajarkan kita bahwa peradaban sejati lahir dari hati.

Setiap lembah , bukit menyimpan sejuta cerita dan pelajaran.

Alam dan budaya bersatu menembus ruang jiwa manusia.

Anak-anak belajar dari tana, kuda dan pohon, jejak kaki mereka menorehkan sejarah baru.

Membawa dunia yang keras menjadi ruang penuh makna.

Ketika matahari menunduk di ufuk barat. Savana memantulkan cahaya keemasan yang lembut.

Setiap langkah menumbuhkan keberanian dan cinta.

Dunia mungkin keras, Namun jiwa tetap menari bersama alam.

Dan aku selalu ingat ….

Peradaban sejati ada di hati dan Tana Marapu Huba.

Karena Tana Marapu adalah Surga Pariwisata Dunia.

Salamku
Yana Sori Piga
Sumba Tourist Guide.
Sumba Author.

Waibakul-Sumba Tengah,
Minggu, 29 Maret 2026

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.