Martabat Kemanusiaan

oleh -81 Dilihat
banner 468x60

Ajaran panteisme, monisme, maupun sufisme ekstrim, bisa dibenarkan dalam negara kebangsaan, meskipun tidak dinilai baik dalam pandangan agama Islam. Sebab, ketika sang perampok akan berbuat jahat dengan mengambil harta sang pemilik rumah, mereka berpendapat bahwa hakikat perbuatannya itu toh atas kehendak dan kemauan Tuhan juga.

Kaum panteisme berpendapat bahwa si perampok yang menyatroni rumah pada hakikatnya adalah perbuatan Tuhan; sang tuan rumah merupakan hakikat Tuhan; pintu yang diketuk juga ketukan Tuhan; engsel pintu dan bunyi ketukan itu pun suara Tuhan; bahkan harta benda yang dijarah dari rumah itu adalah perwujudan (milik) Tuhan.

Tetapi dalam ajaran Islam, tidak dibenarkan untuk berpolemik perihal hakikat Tuhan yang sesungguhnya. Di dalam monoteisme Islam, tetap perbuatan jahat itu dilakukan oleh tangan, dan atas kehendak sang perampok yang jahat. Sedangkan sang tuan rumah harus membela diri untuk mempertahankan harta benda sebagai hak miliknya.

Jika pun terpaksa ia membunuh sang perampok, maka pembunuhan saat membela diri adalah tindakan yang dapat dibenarkan. Tetapi, seandainya pun tuan rumah yang terbunuh, maka Allah telah menjamin surga sebagai balasan terbaik atas ikhtiar dan jihadnya dalam membela kebenaran dan keadilan.

Prinsip ketakwaan dalam Islam telah dipraktekkan secara nyata oleh pemerintah Iran akhir-akhir ini. Sebagaimana ketegasan sikap Bung Karno yang menentang imperialisme Barat, yang hendak menjarah sumber daya alam kita, melestarikan esploitasi manusia atas manusia lain (neokolonialisme), memberlakukan transaksi perdagangan secara sepihak, bahkan merampok hak atas kepemilikan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Untuk itu, konsep pemikiran Bung Karno selaras dengan jejak-langkah perjuangan bangsa Iran dan Palestina. Bung Karno maupun Imam Khamenei telah memberi teladan bagi rakyatnya dan segenap masyarakat dunia, agar kita berjuang membela hak-hak dan kedaulatan bangsa dan negara, serta menjaga harkat dan martabat kemanusiaan kita. (*)

Oleh: Hafis Azhari

(Penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.