Sebagai bos geng motor Vince Vocarelli dikenal sangat menguasai jalanan di negeri Australia.
Ia pendatang dari Italia yang hidupnya akrab dengan kekerasan dan pertumpahan darah.
Berkali-kali ia lolos dari percobaan pembunuhan, bahkan dari serangan bom yang mematikan.
Di tahun 2012, ia pernah mengalami luka tembak, bahkan menyaksikan anak kandungnya tewas secara tragis dalam pelukannya.
Setelah peristiwa itu, ia menghabiskan hari-harinya dalam jeruji besi, hingga kemudian ia memutuskan mempelajari buku keislaman selama bertahun-tahun.
Akhirnya, penguasa jalanan di Australia itu memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Imran.
Selepas dari penjara, ia aktif menjadi pendakwah sambil membuka restoran yang menyajikan masakan serba halal di kota Adelaide.
Salah satu restoran yang didirikannya menyediakan makanan gratis, yang dikhususkan bagi para tunawisma dari agama dan kepercayaan apa pun. (*)
Oleh: Eeng Nurhaeni
Penulis adalah Pengasuh Ponpes Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten, menulis esai dan puisi keislaman di berbagai media nasional seperti Republika, Kompas, Media Indonesia dan lain-lain








