Meja rapat mengunyah jam seperti rahang telik sandi yang kehilangan lidah, kesetiaan berjamur di ketiak jas, berbau seperti doa yang dipalsukan.
Kursi berlutut tanpa kaki, menjilat lantai yang memelihara luka, aku melihat lidah-lidah tumbuh dari map arsip, mengendus kenaikan pangkat seperti anjing kehilangan gonggong.
Di sini, kebenaran dipaku pada kalender, sementara suara nurani dipotong menjadi memo-memo kecil, dan Tuhan diam, mungkin sedang mengundurkan diri dari ruangan ini.
Madiun, 27 April 2026
Oleh: Fileski Walidha Tanjung








