Hutan menahan napas seperti nabi yang ditinggalkan umatnya, daun-daun berbisik dengan lidah hijau yang mulai menghitam.
Kemarahan tumbuh tanpa suara, seperti akar yang merobek doa bumi, diam-diam menyiapkan kiamat kecil di balik kapak.
Burung-burung menjadi saksi yang tak diundang, terbang membawa berita yang tak ingin didengar manusia.
Aku melihat pohon-pohon berlutut sebelum tumbang, seperti manusia yang akhirnya ingat, tetapi sudah terlambat untuk percaya.
Oleh: Fileski W. Tanjung








