Gerakan Kaum Santri

oleh -80 Dilihat
banner 468x60

Spirit perjuangan kaum santri yang digagas Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari semakin kentara saat beliau mendirikan pesantren Tebuireng di Jombang (1899). Beliau aktif menulis buku dan kitab, menggoreskan pena, menggelar pengajian, bahkan terus berupaya menggelorakan semangat kaum santri untuk menentang penindasan dan kesewenangan kolonialisme.

Hanya beberapa ratus meter dari pesantren Tebuireng, telah berdiri Pabrik Gula (PG) Tjoekir milik pemerintah Hindia Belanda yang berdiri sejak 1884. Berbagai macam candu dan ketergantungan pada minuman keras, judi, prostitusi, sangat marak di daerah Jombang dan sekitarnya. Kriminalitas dan kemaksiatan sangat identik dengan ajaran Satanisme, yang perlahan-lahan semakin terkikis oleh mekarnya pendidikan dan dakwah di kalangan kaum santri.

Pabrik Gula Tjoekir baru diambil-alih oleh pemerintahan Soekarno pada tahun 1958. Maraknya dakwah di kalangan muslim moderat, yang menuntut keadilan dan menentang imperialisme Barat, telah mengilhami pemikiran para founding father, hingga di tahun 1961 Bung Karno secara resmi membubarkan organisasi Freemasonry (Tarekat Kemasonan Bebas), termasuk organisasi Lions dan Rotary Club yang mengatasnamakan demokrasi liberal (dunia bebas).

Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang mewakili otoritas keagamaan menilai, bahwa dalam perjalanannya, Freemasonry bertentangan dengan moral dan kepribadian masyarakat Timur, bahkan prinsip filosofisnya dinilai mengaburkan doktrin keimanan yang absolut. ***

Oleh: K.H. Ahmad Rafiuddin

(Ketua Tanfidziyah PBNU Jakarta, Pengasuh Pesantren Tebuireng 09, Rangkasbitung, Banten, juga menulis esai dan puisi keislaman di berbagai media nasional luring dan daring)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.