Orang yang mengandalkan ego dan keserakahan akan menganggap uang dan materi duniawi sebagai energi dan kekuatan, yang dikiranya dapat menaklukkan para pengikut sekaligus melumpuhkan musuh-musuhnya.
Uang dan materi menjadi sarana penggerak dan perjuangan bagi mereka yang berbaju keangkuhan.
Kadang mereka memperalat teks-teks agama untuk tujuan menghalalkan segala cara.
Mereka menganggap bahwa stabilitas politik keamanan hanya akan terjamin dengan kekayaan dan kemegahan duniawi.
Mereka berteriak lantang menentang komunisme, tanpa menyadari bahwa pikirannya terkooptasi oleh ajaran Stalinisme dan Marxisme.
Mereka bahkan menganggap bahwa berlimpahnya kekayaan adalah jalan terbaik yang dapat menyelamatkan hidup bangsa manusia.
Padahal semua itu hanya ilusi yang dikiranya dapat menjamin ketenangan dan kenyamanan hidup bagi umur tua. (*)
Oleh: Hafis Azhari
Penulis adalah Peneliti historical memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten








