Aku adalah karbon dari mesin-mesin,
yang menggantikan embusan napas kerbau tua.
Ladang kini bergelora dengan dengung,
namun bukan gemuruh doa-doa.
Kupeluk batang-batang padi, tak ada cinta
hanya ada panas dan sisa-sisa logam.
Sawah bukan yang salah
manusialah yang tergesa merayakan panen.
Aku hadir dari kota, membawa dalil percepatan
tak bisa menanam kelembutan.
Keringat petani tak bisa digantikan bahan bakar.
Ladang bukan hanya produksi—
ia adalah puisi yang harus dibaca dari hati.
Puisi, Juli 2025
Oleh: Fileski Walidha Tanjung







