Belum terbukti kualitas keimanan seseorang jika belum sanggup memikul ujian dan cobaan Tuhan.
Ketika kita kehilangan rasa kasih-sayang, ketakutan dan kekurangan pangan,
sanggupkah kita tetap teguh pada pendirian bahwa kita adalah anak-anak Ramadhan yang takkan takut dengan ancaman kelaparan,
bahkan kita pun adalah anak-anak Muharam yang dapat hijrah dan hidup di mana pun, karena tak ada penjaga, pengayom, dan pemberi rizki terbaik,
kecuali jika kita percaya, yakin, dan hanya bergantung pada kasih-sayang Allah. ***
Oleh: Eeng Nurhaeni







