Gustaf Tamo Mbapa Mendorong Pemerintah Daerah Maksimalkan Lahan Tidur NTT

oleh -742 Dilihat
Agustinus Tamo Mbapa
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Politisi DPP Partai Demokrat asal Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur (NTT) Agustinus Tamo Mbapa alias Gustaf mendorong pemerintah daerah agar segera memaksimalkan sekitar 1,8 juta hektare lahan tidur untuk pertanian tanaman pangan dan hortikultura dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah ancaman krisis global yang sedang mengintai.

Gustaf menyarankan pemerintah daerah Provinsi NTT dan 22 kabupaten/kota agar menjadi fasilitator dalam menyiapkan prasyarat penghidupan petani seperti air, benih unggul, pupuk, obat-obatan dan lahan yang potensial 1,8 juta hektare untuk sektor pertanian dan peternakan terintegrasi.

Gustaf siap bermitra dengan petani dan pemerintah daerah di seluruh NTT dalam menyediakan produk zat pengatur tumbuh ATONIK 6.0L untuk kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas panen tanaman yang dibudidayakan masyarakat.

“Kami siap bermitra dengan menyediakan produk zat pengatur tumbuh ATONIK 6.0L untuk petani dan pemerintah daerah se NTT dalam meningkatkan produktivitas,” kata Gustaf di Kupang belum lama ini.

Selaku Direktur PT. Mitoku Sukses Makmur yang menyalurkan produk zat pengatur tumbuh ATONIK 6.0L di Indonesia Timur, Gustaf mengatakan sudah lama berkiprah di sektor pertanian khususnya di NTT telah menyentuh petani di Flores, Sumba dan Timor.

“Kami sudah lama berada bersama petani di Manggarai, Sumba dan Timor dalam upaya meningkatkan produksi usaha tani mereka yang secara langsung memperbaiki taraf ekonomi keluarga,” beber Putra Kodi Sumba Barat Daya.

Gustaf mengatakan, sejak tahun 2020 ATONIK 6.0L masuk NTT dan terus terlibat bersama petani di hampir seluruh kabupaten/kota di NTT. Khususnya di Manggarai Raya dalam meningkatan hasil panen jagung dan padi yang bisa meningkat mencapai delapan ton per hektare menggunakan ATONIK 6.0L empat liter.

“Ayo masyarakat petani NTT mari kita menggunakan ATONIK 6.0L untuk mendukung peningkatan hasil panen, tetap menggunakan pupuk dan aplikasi zat pengatur tubuh ini menjadi elemen pendukung,” tegas Tamo Mbapa.

Petani di Manggarai, Siprianus Jemarut menuturkan pengalamannya menggunakan ATONIK 6.0L dalam budidaya padi, jagung, hortikultura ada peningkatan hasil panen tomat, cabai dan buncis.

“Saya menggunakan Atonik sejak awal masuk NTT dan sampai sekarang, ada peningkatan hasil panen dan lebih menghemat penggunaan pupuk kimia seperti urea, NPK,” tutur Siprianus ketika dihubungi terpisah Senin (30/3/2026).

Siprianus menyarankan petani di NTT agar menggunakan ATONIK yang terbukti bagus dalam meningkatkan produktivitas pertanian karena sesuai pengalamannya bisa meningkat hasil panen padi satu ton per hektare.

“Pengalaman saya hasil panen padi bisa meningkat satu ton per hektare, begitu juga jagung,” kata Siprianus.

Untuk diketahui, ATONIK merupakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Tanaman yang memiliki manfaat untuk merangsang pertumbuhan dari Akar, Batang, Daun, Bunga dan Buah.

ATONIK memiliki fungsi untuk meningkatkan efisiensi metabolisme tanaman, ATONIK juga telah teruji dan digunakan secara luas di Indonesia.

Manfaat ATONIK 6.0L pada Tanaman Padi:

  1. Merangsang perkecambahan biji
  2. Mengurangi stress tanaman akibat pindah tanam
  3. Tanaman lebih subur dan sehat sehingga tidak mudah
    terserang penyakit
  4. Meningkatkan jumlah anakan produktif
  5. Merangsang keluarnya malai lebih serempak
  6. Memaksimalkan pengisian gabah
  7. Mengurangi beras patah setelah di giling
  8. Meningkatkan produktivitas 15-35 persen

Manfaat ATONIK 6.0L pada Tanaman Jagung:

  1. Batang lebih besar dan kokoh
  2. Tanaman lebih subur dan sehat sehingga tahan penyakit
  3. Menghemat penggunaan pupuk dan pestisida
  4. Memaksimalkan panjang dan diameter tongkol serta pengisian
    biji jagung
  5. Meningkatkan produktivitas 15-35 persen

ATONIK 6.0L juga sudah melewati pengujian di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk beberapa jenis tanaman dapat meningkat hasil sampai 35 persen seperti padi, jagung, tomat, bawang merah, cabai, kentang, kopi dan pembibitan kelapa sawat. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.