Cegah Kekerasan Sejak Dini, Mahasiswa UMK Sosialisasi Anti-Bullying di SDK Kekawii Ende

oleh -100 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Ende – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Posko Desa Randotonda, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) di Sekolah Dasar Katolik (SDK Kekawii) sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang mental dan sosial anak sekolah dasar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman sederhana namun mendalam kepada 64 siswa, guru dan wali murid tentang apa itu perundungan, bentuk-bentuknya—baik fisik, kata-kata, maupun pengucilan—serta dampak buruknya bagi kesehatan jiwa dan prestasi belajar anak.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa tidak hanya berceramah, tetapi menggunakan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak SD: melalui cerita bergambar, nyanyian bersama, permainan interaktif, dan pertunjukan singkat. Para mahasiswa mengajak siswa untuk saling menghargai teman, tidak mengejek atau memukul, berani melapor jika mengalami atau melihat perundungan, serta menjadi teman yang baik bagi sesama.

Ketua Kelompok KKN, Wildan, menyampaikan, pihaknya memilih materi anti-bullying karena sering ditemui perilaku mengejek atau mengucilkan teman di lingkungan sekolah yang sering dianggap sepele, padahal bisa melukai hati anak.

“Kami memilih materi anti-bullying karena sering ditemui perilaku mengejek atau mengucilkan teman di lingkungan sekolah yang sering dianggap sepele, padahal bisa melukai hati anak. Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa sekolah adalah tempat aman untuk bermain dan belajar bersama dalam persaudaraan, sesuai juga dengan nilai kebersamaan masyarakat Ende yang kami temui di Randotonda,” ujarnya.

Kepala SDK Kekawii, Yuliana Nona, S. Pd. menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap pemahaman yang didapat siswa dapat terjaga terus, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang damai, ramah dan menyenangkan.

“Kehadiran mahasiswa membawa suasana baru, cara penyampaiannya dekat dengan anak-anak, mudah diterima, dan membuka mata kita semua akan pentingnya menjaga sikap terhadap sesama,” tegasnya.

Perwakilan perangkat Desa Randotonda juga mengapresiasi langkah mahasiswa KKN yang menyentuh dunia pendidikan dan pembentukan karakter anak, generasi penerus desa. Kegiatan ini diharapkan dapat melengkapi upaya sekolah dan orang tua dalam membangun karakter anak yang sopan, peduli, dan saling mendukung.

Selain sosialisasi, mahasiswa juga mengajak siswa membuat poster bertema “Sekolah Ramah Tanpa Perundungan” yang dipajang di dinding kelas sebagai pengingat bersama. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pesan persahabatan: “Jadilah Teman, Bukan Penindas”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN yang mengutamakan pemberdayaan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda di Desa Randotonda, selaras dengan visi membangun desa yang cerdas, berbudaya, dan harmonis. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.