Universitas Bangka Belitung Kembangkan Model Pemberdayaan PascaTambang Berbasis Kolaborasi Multipihak di Desa Riding Panjang

oleh -184 Dilihat
banner 468x60


RADARNTT, Sungailiat – Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung (UBB) berkolaborasi melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kegiatan mengusung tema utama “Model Pemberdayaan Masyarakat Pascatambang Berbasis Kolaborasi Multipihak”, program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung transformasi wilayah pascatambang melalui penguatan kapasitas masyarakat dan sinergi antar pemangku kepentingan.

Kegiatan yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat tersebut difokuskan pada penyusunan model pemberdayaan yang berkelanjutan sebagai respons terhadap tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat pascatambang.

Ketua Tim Pengabdian, Tiara Ramadhani, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan wilayah pascatambang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat akan berjalan lebih efektif apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama. Perguruan tinggi hadir tidak hanya memberikan pendampingan akademik, tetapi juga membantu merancang model pemberdayaan yang sesuai dengan potensi lokal sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memulai kegiatan dengan melakukan pemetaan sosial partisipatif untuk mengidentifikasi potensi desa, kebutuhan masyarakat, serta berbagai persoalan yang muncul pascatambang. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan strategi pemberdayaan yang mencakup penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pengembangan jejaring kemitraan.

Selain diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), kegiatan juga diisi dengan pendampingan penyusunan rencana aksi yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian desa secara berkelanjutan.

Kepala Desa Riding Panjang, Fajar Subekti menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, pendekatan kolaboratif yang ditawarkan Tim Pengabdi FISIP dan LPPM UBB memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam merumuskan arah pembangunan desa.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan perspektif baru dalam merancang pembangunan desa pascatambang. Harapannya, model yang disusun bersama ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” kata Kades.

Program pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem kolaborasi yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai lembaga terkait.

Diharapkan tercipta ekosistem pemberdayaan yang adaptif terhadap perubahan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami berharap model pemberdayaan berbasis kolaborasi multipihak yang dikembangkan di Desa Riding Panjang dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah pascatambang lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdi FISIP dan LPPM UBB kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan pascatambang yang tengah menghadapi berbagai tantangan transformasi sosial dan ekonomi.

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 Juli 2026 yang mendapat sambutan hangat masyarakat setempat dengan hadir dan berpartisipasi aktif 40 lebih warga bersama aparat desa dalam setiap acara yang berlangsung selama sehari. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.