RADARNTT, Kalabahi – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kalabahi hari ini resmi mewisudahkan sebanyak 67 mahasiswa mahasiswi menjadi sarjana. Ada 15 diantaranya sarjana matematika dan 52 lainnya sarjana PGSD. Acara wisuda berlangsung meriah di Hotel Simfony Kalabahi, Senin (31/8/2026).
Rektor STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhamad Abdulah S.Sos, M.Pd dalam pidatonya mengatakan, wisuda adalah bukti bahwa kerja keras, doa dan kesabaran dan ketekunan yang pada akhirnya membuahkan hasil yang bagus.
Hari ini, lanjutnya, merupakan hari yang sangat istimewa dan hari ini bukan sekadar serimoni akademik tapi merupakan momentum dalam menghadapi perjuangan, pengorbankan dan harapan.
“Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademi STKIP Kalabahi, saya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan wisudawati yang pada hari ini secara resmi dikukuhkan sebagai sarjana . Semoga ilmu yang saudara peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mampu membawa berkah yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat bangsa dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan merupakan jalan mulia untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, masyarakat dan STKIP Muhammadiyah Kalabahi merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi yang bermutu berkarakter nilai nilai Islam berkemajuan.
Dalam perjalanannya, lanjutnya, STKIP Muhammadiyah Kalabahi, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan karena berbagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta tata kelola kelembagaan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“STKIP Muhammadiyah Kalabahi berhasil memperoleh akreditasi institusi baik sekali,” sebut mantan wartawan ini.
Menurut Rektor Muhamad Abdulah, hasil capaian yang didapat merupakan bukti bahwa kampus ini telah berkomitmen menjaga kualitas, pengembangan pendidikan tinggi.
Dia menjelaskan, program studi juga telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan dengan ada peningkatan penambahan program studi seperti program studi pendidikan matematika dengan akreditasi baik sekali. Juga program pendidikan guru sekolah dasar memperoleh akreditasi baik.
Sedangkan program studi pendidikan dan pelatihan olaraga memperoleh peringkat baik. Program studi pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan memperoleh peringkat baik. Selanjutnya dia menjelaskan, di tahun 2026 program studi yang baru sudah mendapat ijin dan akreditasi baik yaitu program studi teknologi dan informasi memperoleh predikat baik.
Pencapaian ini, jelasnya, tidak diperoleh secara instan tetapi merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademik, juga dukungan perserikatan Muhammadiyah dalam hal ini majelis Dikti Litbang pimpinan pusat muhamadiyah, Pemerintah, para mitra serta kepercayaan masyarakat kepada STKIP Muhammadiyah Kalabahi.
Selain itu, di bidang penelitian dosen dosen STKIP Muhamadiyah Kalabahi, rata rata memiliki gelar Setrata 2 atau S2 dan dua orang Setrata 3 atau doktor.
Ia mengatakan, pada tahun 2026 enam dosen berhasil memperoleh pendanaan hiba penelitian. Ini menunjukan sebuah pencapaian yang menunjukan meningkatnya kwalitas pendidikan dan daya saing akademik dosen ditingkat nasional.
Menariknya, kata Rektor, perguruan tinggi Muhammadiyah ada 175 kampus di Indonesia dan ada tiga kampus di manca negara yaitu ada di Singapur, Brunai Darussalam dan Korea Selatan.
“Tiga tahun berturut turut Alumi STKIP Muhammadiyah Kalabahi 88 persen telah terserap di Pemerintah Kabupaten Alor. Kepada saudara saudari jadilah lulusan yang terbaik untuk bangsa dan negara khususnya kabupaten Alor,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma dalam arahannya memberikan pesan kepada para sarjana yang baru wisuda agar tidak berhenti bermimpi dan berani menciptakan peluang di tengah tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Kehadiran Wakil Gubernur dalam momentum wisuda itu merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Meski baru menyelesaikan kunjungan kemanusiaan untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di Flores dan dalam kondisi kurang fit, Johni Asadoma tetap menyempatkan diri hadir memberikan dukungan kepada para lulusan.
“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus terus didukung dan diberi semangat agar mampu berkontribusi bagi daerah dan negara,” ujar Asadoma.
Selain Wakil Gubernur NTT, hadir pada acara wisuda tersebut, pimpinan wilayah Muhammadiyah NTT, pimpinan Muhammadiyah Pusat, Sekda Kabupaten Alor Melkisedek Bely, Warek lll UNTRIB Kalabahi, Asisten l Setda Alor Syafyuddin Djawa, Kadis Pariwisata Muhamad Baesaku, para orang tua serta undangan lainnya. (NB/RN)







