RADARNTT, Kalabahi – Fajar menyingsing, merekah langit memerah membentang di ufuk timur menyilau pandangan kala pagi, ketika kaki hendak menuruni bukit yang meranggas, rumput savana dan daun kayu putih yang mulai mengering gersang terbakar terik kemarau. Kebanyakan orang menyebutnya Air Panas Tuti Adagae, tempatnya asri dan ada berbau mistis menyimpan harta karun.
Ada sumber air panas sekaligus air dingin yang bisa dikelola menjadi tempat pemandian sebagai daya tarik wisata baru di Desa Air Mancur, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Terletak di timur laut pulau Alor berjarak tempuh sekira 40 kilometer dari Kalabahi Ibukota Kabupaten Alor. Butuh waktu sejam perjalanan dengan sepeda motor berkecepatan sedang, mengingat banyak track menanjak dan tikungan tajam dengan kondisi jalan cukup mulus, trans nasional atau jalan negara menuju perbatasan Timor Leste.
Rute perjalanan dari Kalabahi melintasi Mebung dan Likwatang di Kecamatan Alor Tengah Utara terus memasuki Baumi dan Alemba di Kecamatan Lembur sampai di Bukapiting ibukota Kecamatan Alor Timur Laut.
Air Panas Tuti Adagae memiliki keunikan tersendiri, karena air menyembur ke atas melalui bebatuan kristal yang tersusun rapi. Inilah yang membuat daya tarik tersendiri. Karena sumburan air mancur yang terpadu dengan cahaya matahari yang menyinari di setiap bebatuan, ditambah kelikir dan daun-daun yang ada disekitarnya terlihat berwarna jingga memanjakan setiap mata yang melihatnya.
Air Panas Tuti Adagae memiliki tiga titik sumber air panas. Titik pertama memiliki sumber air panas yang besar dan terkadang mengeluarkan suara yang menggelegar seperti bunyi kenalpot resing. Sumber air panas yang pertama ini melewati bebatuan yang bertumpuk dengan ketinggian suburan air mencapai sekitar 4 meter.
Tak jauh dari titik pertama, kita akan menemukan titik yang kedua yang bebatuannya menyumburkan tiga mata air seperti air mancur. Untuk titik ketiga memiliki sumber air yang lebih kecil dari titik pertama dan titik kedua.
Air panas ini memiliki zat belerang, namun tidak terlalu mengeluarkan bau belerang menyengat. Ada sebagian wisatawan mengunakan air panas ini untuk mandi. Namun, sebelum mandi perhatikan airnya karena suhunya bisa mencapai 90 derajat celcius. Apabila sudah berada disekitar lokasi air panas tersebut maka berhati-hatilah.
Air Panas Tuti Adagae ini tidak hanya memiliki pancuran air yang unik, namun disekitar air panas ini juga memiliki savana juga dedaunan yang berwarna hijau dan kuning yang memanjakan mata setiap yang melihatnyanya.
Ada juga sumber air dingin yang mengalir dari sungai kecil di dekat lokasi itu, berjarak tak sampai 100 meter di sebelah barat. Dan terdapat pertemuan dua sungai kecil air dingin dan air panas.
Tampak belum terurus secara baik lokasi itu, meskipun pernah dibangun beberapa Lopo dan rumah gudang tradisional berukuran sedang yang dikerjakan program TMMD sudah rusak termakan rayap dan usia karena dikerjakan pada beberapa tahun silam.
Menurut cerita rakyat tempat tersebut menyimpan mitos berbau mistis, konon ada seorang perempuan tua bernama Aribei karena suatu kejadian sehingga pecah menjadi air panas.
Dan pernah ada pengeboran panas bumi untuk pembangkit listrik, tetapi bertepatan terjadi gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter tahun 2004, sehingga proyek pun terhenti tak tahu rimbanya. Meskipun, tutur warga setempat, sudah banyak material yang diduga sampel mineral telah diangkut pergi menggunakan mobil beberapa kali. (TIM/RN)







