Ihwal Agenda Akhir Zaman

oleh -974 Dilihat
Blank bookcover with clipping path
banner 468x60

Oleh; Ahmad Rafiuddin

Menarik sekali membaca agenda-agenda akhir zaman yang diprediksi secara akurat oleh Rasulullah. Bahkan, peperangan antara Iran melawan Amerika-Israel, tampaknya sudah diprediksi dalam kurun waktu 1400 tahun yang lalu, khususnya ketika turun wahyu Tuhan (surat Muhammad: 38), yang secara eksplisit menegaskan: seandainya bangsa-bangsa Arab menjadi bangsa yang tidak bersyukur, tak sanggup memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, kelak akan muncul dari bangsa lain yang akan teguh berjuang di jalan kebenaran.

Abu Hurairah dan beberapa sahabat yang berada di samping Rasulullah, kontan bertanya, ”Bangsa manakah yang akan sanggup berjuang menegakkan prinsip keadilan itu, ya Rasulullah?”

Seraya menepuk bahu Salman Al-Farisi, seorang sahabat dari Persia (Iran), Rasulullah menjawab, bahwa bangsa dari pria inilah yang akan sanggup memperjuangkannya. “Bahkan, seandainya kebenaran berada di langit ketujuh (bintang tsurayya), bangsa Persia akan sanggup menggapainya,” demikian ujar Rasulullah.

Bangsa Persia yang pernah mengguncang dunia, sekarang memiliki nama modern (Iran) yang juga tak kalah mengguncang dunia. Ia adalah kekuatan Timur Tengah satu-satunya yang sanggup memperkuat mental baja bagi jiwa-jiwa bangsanya. Ketika bangsa-bangsa Arab bertekuk lutut mendukung Zionisme, justru Iran berani tampil di garis depan untuk melawan para Dajjal Zionis tersebut.

Kini, segala cobaan dan fitnah akhir zaman muncul dalam frekuensi yang sama antara kekuasaan Firaun, Samiri, Yudas Iskariot, Raja Herodes, hingga Epstein, Trump dan Netanyahu. Mereka seakan membawa misi yang sama, demi untuk mengaburkan fakta sejarah, memanipulasi kebenaran, agar manusia memandang yang benar sebagai kesalahan, serta yang salah sebagai kebenaran. Simbol dari semua itu termanifestasi ke dalam sosok Dajjal bermata satu, yang artinya adalah manusia zalim yang memiliki perspektif tunggal, bahwa kebenaran versi dirinya yang paling benar, sementara kebenaran lainnya harus ditumbangkan.

Perangkat-perangkat teknologi canggih telah dipakai untuk menipu dan mengelabui umat manusia. Semakin banyak pengikut Dajjal, akan semakin tercapai tujuan dan cita-cita mereka. Semakin banyak para pencinta dunia semakin berhasillah rencana dan agenda mereka, yang jelas-jelas berseberangan dengan manusia beriman yang percaya akan adanya pengadilan Tuhan dan hari pembalasan.

Sedangkan mereka, sama sekali tak mempercayai adanya pengadilan di akhirat kelak. Bagi mereka, tidak ada Tuhan Yang Maha Adil dan Penyayang. Yang ada, dunia dan seisinya selayaknya dijadikan ajang permainan dan senda gurau semata. Bagi mereka, hidup manusia adalah di sini dan saat ini, lalu setelah itu semuanya hanya akan melebur dan menjadi tulang belulang, serta menyatu kembali dengan tanah. Tak ada pertanggung jawaban atas perbuatan baik maupun buruk, baik dalam pengadilan Tuhan maupun di depan mahkamah sejarah.

Karena itu, sosok Ya’juj dan Ma’juj diibaratkan dengan serangan cyber melalui jutaan dan milyaran informasi yang lahir dari Sang Pengaruh (Ya’juj) kepada pihak yang dipengaruhi (Ma’juj), dari penguasa dan yang dikuasai, pemerintah dan yang diperintah, penjajah dan yang terjajah, bahkan dari penindas kepada pihak tertindas. Mereka menyebarkan hoaks dan kebohongan, seakan tanpa adanya sensor dan sekat-sekat wilayah antar benua maupun negara. Mereka datang menyerbu di ambang rumah kita, bagaikan tamu-tamu asing yang berhak berbuat sesuka hati mereka.

“Ini rumah saya? Mengapa kalian menduduki rumah ini?” demikian tanya seorang pejuang Palestina selepas dari penjara.

Dengan entengnya warga Israel itu mengusirnya sambil berteriak lantang: “Rumah ini sekarang sudah menjadi milik kami!”

“Tapi rumah ini peninggalan warisan dari orang tua saya? Apa alasan kalian menduduki rumah kami?”

“Anda mau tahu?” kata warga Isreal itu meyakinkan, “Kalaupun rumah ini tidak ditempati oleh kami, toh akan ada pihak lain yang akan merampasnya.”

Satu contoh dari fakta-fakta pengusiran warga pribumi Palestina, yang kemudian diblow up sendiri oleh media-media Israel. Semakin mengaburkan pendirian dan keyakinan jutaan manusia yang menelan mentah-mentah kabar burung yang dihembuskan Dajjal dan para pengikutnya.

Dalam hal ini, Nabi Muhammad sudah memprediksi akan munculnya 70.000 para pengikut Dajjal yang kemudian porak-poranda dan tercerai-berai ketika mereka ketakutan akan munculnya Nabi Isa yang kelak menghabisi sosok Dajjal di Pintu Gerbang Lod (Bab Lodd) yang saat ini berposisi di dekat Bandara Ben Gurion, sekitar 22 kilometer menuju arah Tel Aviv. Seketika itu, Dajjal akan ciut nyalinya ketika menghadapi Nabi Isa, hingga perangainya bagaikan garam yang terlarut ke dalam air.

Dengan demikian, musnahlah segala upaya Dajjal yang semula mengultuskan dirinya selaku pelindung dan penolong umat manusia, seakan mampu memberi makan, memanipulasi cuaca, bahkan punya kapasitas untuk menghidupkan dan mematikan umat manusia. Kematian Dajjal di tangan Nabi Isa itu telah mengawali babak baru kemakmuran dan kesejahteraan di bawah kepemimpinan Imam Mahdi yang bersatupadu dengan para pengikut Yesus (Nabi Isa).

Pada momen ini, bersatulah kaum beriman dan tegaklah kebenaran dan keadilan di muka bumi ini. Terkait dengan ini, secara eksplisit diterangkan melalui firman Allah di dalam Al-Quran (surat al-Maidah: 82): “Kalian akan mendapatkan para sahabat yang paling setia dari kalangan Nasrani. Demikian itu, karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri.” []

Penulis adalah Pengasuh pondok pesantren Tebuireng 09 (Nurul Falah), penulis opini untuk media-media nasional dan daerah, cetak dan online

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.