Semakin berkurangnya sumberdaya energi terutama minyak bumi, maka diupayakan pencarian sumberdaya energi pengganti yang salah satunya adalah energi Panas Bumi.
Panas Bumi dapat diartikan secara sederhana sebagai fenomena perpindahan energi panas dari dalam ke permukaan bumi.
Di desa Air Mancur Kecamatan Alor Timur Laut terletak di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dijumpai manifestasi Panas Bumi di permukaan berupa pemunculan air panas geyser dan bualan-bualan air panas terletak pada posisi 124° 42′ 00″ – 125° 00′ 00″ Bujur Timur dan 08° 09’30” – 08° 15′ 00′ Lintang Selatan.
Secara Geologi susunan stratigrafi daerah panas bumi Alor Timur Laut umumnya terdiri dari batuan vulkanik berumur tersier-kuarter dengan urutan dari tua ke muda.
Dari hasil penyelidikan Geokimia, Geofisika dan ditunjang oleh data Geologi dari penyelidikan terdahulu pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 oleh Tim Penyelidikan Terpadu Daerah Panas Bumi PSDG, dapat diperkirakan bahwa daerah prospek Panas Bumi di Desa Air Mancur mempunyai luas sekira 3 kilometer persegi.
Memiliki suhu bawah permukaan 159°C (berdasarkan geotermometer “SiO^ Adiabatic Cooling”) dan 196°C (berdasarkan geotermometer “Si02 Conductive Cooling”), perkiraan sementara potensi panas bumi di kawasan ini diduga sekitar 27,10 MWe (minimum) dan 52,82 MWe (maksimum). MWe = megawatt electrical.
Tipe air panas Klorida dan termasuk dalam zona “Up Flow” (aliran atas) pada sistem “Hot Water Dominated” dengan batuan penudung (clay cap) diperkirakan berupa batu lempung (sedimen tersier/hasil ubahan).
Energi panas bumi (atau energi geothermal) adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan karena berasal dari panas dalam bumi. Air yang dipompa ke dalam bumi oleh manusia atau sebab-sebab alami (hujan) dikumpulkan ke permukaan bumi dalam bentuk uap, yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin-turbin untuk memproduksi listrik.
Biaya eksplorasi dan juga biaya modal pembangkit listrik geothermal lebih tinggi dibandinkan pembangkit-pembangkit listrik lain yang menggunakan bahan bakar fosil. Namun, setelah mulai beroperasi, biaya produksinya rendah dibandingkan dengan pembangkit-pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Di samping menghasilkan listrik, energi geothermal juga bisa digunakan untuk pompa pemanas, alat mandi, pemanas ruangan, rumah kaca untuk tanaman, dan proses-proses industri.
Indonesia masuk urutan ketiga dengan kapasitas 1,197 MWe dari lima negara yang paling banyak menghasilkan listrik menggunakan energi geothermal setelah Amerika Serikat dan Filipina di urutan teratas.
(Kompilasi berbagai sumber)







