Pater Vande Raring Pastor Bonus

oleh -1523 Dilihat
banner 468x60

Saya tidak mengenal secara pribadi Pastor Vande Raring. Tapi saya membaca informasi tentang dirinya dari berbagai media dan banyak mendengar cerita tentang sepak terjangnya dari almarhum Romo Frans Amanue, Pr. Kebetulan saya akrab dan banyak belajar dari Romo Frans saat memimpin Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Larantuka sekitar tahun 2003. Saya lalu mengikuti pikiran dan tindakan Pater Vande Raring melalui berbagai advokasi kebijakan yang ia lakukan saat melayani umat di Lembata. Saya berkesimpulan Pater Vande Raring adalah Pastor Bonus ( Latin: “Gembala yang Baik”). Kesimpulan yang sama saya sematkan kepada Romo Frans kala itu.

Mengapa saya sebut Pastor Bonus; Ego Sum Pastor Bonus? Karena pikiran dan tindakan mereka sejalan dengan pesan Konsili Vatikan II dalam Dokumen Gaudium et Spes, yakni, agar “kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para pengikut Kristus juga”. Saya selalu ingat apa yang selalu dipesan Romo Frans Amanue dalam berbagai kesempatan dan selalu menjadi kompas hidup saya.

Pesannya begini: “Apa artinya ibadah, perayaan-perayaan gerejani yang meriah dan agung, perkumpulan-perkumpulan semarak, prosesi panjang, dan patung-patung megah yang didirikan di banyak tempat jika yang empunya negeri ini semakin terpuruk dalam kubangan kemiskinan? Ke depan saya akan terus melakukan kritik kalau memang ada yang harus dikritik tanpa melihat siapa dia, latar belakang suku, agama, jabatan atau status. Karena kalau itu semua berkenaan dengan kebaikan umum, kebaikan rakyat banyak, tetap akan saya lakukan sebagai bagian dari tugas panggilan saya sebagai imam.

Sebuah perjuangan yang sejati, yang lahir dari kedalaman keyakinan iman dan rasa tanggung jawab kemanusiaan, tidak akan gentar menghadapi konsekuensi dari perjuangan ini. Sejatinya, sebagai manusia saya lemah. Tetapi saya tidak dapat membiarkan diri buta hati terhadap sama saudara yang lemah, cemas dan gelisah. Apapun konsekuensinya, saya senantiasa berjuang bersama mereka yang selalu kalah dan menjadi korban dalam derap langkah pembangunan negeri ini. Pater Vande Raring, teruslah berjuang bersama mereka yang lemah, letih, lesu dan berbeban berat. Hiburlah mereka selalu. Panjang napas, panjang perjuangan. Tetap semangat.

Oleh: Darius Beda Daton (Warga NTT, tinggal di Kupang).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.