Podcast Uskup Kita

oleh -946 Dilihat
banner 468x60

Sesaat setelah mendengar pengumuman bahwa yang akan menjadi Uskup Agung Ende adalah Pater Doktor Paulus Budi Kleden SVD, Sabtu (25/5/2024), saya langsung mencari tahu nomor kontak Pater Budi Kleden. Saya menghubungi beberapa Pastor SVD. Yang paling cepat merespons adalah Pater Doktor Bastian Limahekin. Pater Bastian pernah menjadi Narasumber Podcast Orang Kita. Beliau adalah Doktor Filsafat Politik Lingkungan yang saat ini menjadi Dosen dan Peneliti di IFTK Ledalero.

Sehari setelah mendapatkan nomor kontak Pater Budi Kleden, tepatnya Minggu (26/5/2024) saya memberanikan diri mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WA kepada Uskup Terpilih.

“Selamat pagi Pater Budi, izin memperkenalkan diri. Saya Ferdinandus Setu, Host Podcast Orang Kita, sebuah platform digital yang secara khusus didedikasikan untuk mengangkat topik Nusa Tenggara Timur dengan para tokohnya. Kami sudah mulai tayang sejak Juni 2023, sampai saat ini sudah 172 episode dengan beragam topik dan narasumber Orang Kita, termasuk dengan Pater Leo Kleden, Pater Bastian Limahekin, Pater Charles Beraf, Pater Markus Solo Kewuta, Pater Otto Gusti Madung. Kami juga telah mewawancarai para tokoh politik seperti Pak Melki Laka Lena, Ansy Lema, Andreas Hugo Parera. Sehubungan dengan dipilihnya Pater Budi menjadi Uskup Agung Ende, kami bermaksud mewancarai Pater melalui zoom. Mengenai waktu yang pas, kami serahkan sepenuhnya kepada Pater, kami menyesuaikan. Berikut kami lampirkan beberapa episode Podcast Orang Kita. Terima kasih banyak. Salam dari Jakarta.”

Tidak perlu menunggu pergantian hari. Selang beberapa jam setelah itu, saya menerima balasan dari beliau: ”Selamat malam pak Ferdinand. Terima kasih banyak dan mohon dampingi saya dan perutusan baru ini dengan doa dan nasihat. Dalam beberapa hari ini ada beberapa pertemuan. Saya akan kabarkan kapan bisa. Terima kasih banyak untuk pengertian. Salam.”

Saya tidak menyangka menerima pesan ini. Sebelumnya saya tidak terlalu berekspektasi Pater Budi membalas pesan singkat saya di hari yang sama, mengingat kesibukan beliau sebagai Pemimpin Umum Kongregasi SVD sejagat.

Saya pun merespons pesan Uskup kelahiran Waibalun 16 November 1965 ini dengan pesan singkat. “Selamat pagi Pater Budi. Baik Pater, kami akan selalu bawa dalam doa. Kami menunggu kabar dari Pater. Terima kasih banyak”

Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 2024, Pater Budi Kleden, kembali menghubungi saya.

“Pak Ferdinand yang baik, selamat malam. Mungkin Pak Ferdinand tahu, dua minggu lagi kami akan memulai Kapitel Jenderal kami yang akan berlangsung selama empat minggu. Sebagai Superior Jenderal saya harus urus ini. Sebab, saya minta pengertian dan maaf bahwa untuk sementara saya belum bisa penuhi permintaan Pak Ferdinand. Saya amat mendukung dan menghargai inisiatifmu dengan Podcast Orang Kita. Saya nonton beberapa dan senang. Salam ke Jakarta.”

Saya merespons beliau dengan mengirimkan pesan berikut:

“Selamat malam Pater Budi, Baik Pater, kami sangat memahami situasi ini. Kami akan menunggu sampai Kapitel Jendral selesai dan Pater Budi sudah luang waktunya. Kami mendoakan semoga Kapitel Jendral berlangsung lancar. Salam hormat dari kami untuk Bapa Uskup terpilih kami”

Saya menyaksikan melalui berita bagaimana Kapitel Jenderal Kongregasi SVD berlangsung lancar sejak 16 Juni hingga 14 Juli 2024.

Sabtu, 20 Juli 2024, sekitar pukul 14.02, ponsel saya berdering tanda pesan masuk dari Pater Budi Kleden.

“Pak Ferdi yang terkasih, selamat siang. Di sini pagi, jam 9. Saya minta maaf karena baru sekarang kontak lagi. Kapitel umum kami memang sudah berakhir hari Minggu lalu, dan dengan itu selesai juga tugas saya sebagai pemimpin umum SVD. Kali ini situasinya agak khusus, sebab dewan baru harus langsung mulai bertugas. Untuk membantu mereka, sejak Senin sampai Kamis kami buat sidang bersama peralihan. Hari ini pertemuan dengan para Suster. Besok malam saya ke Jerman dan Belanda beberapa hari. Pulang dari sana saya ambil beberapa hari tenang untuk saya. Karena itu, kalau mungkin, pak Ferdi kirim beberapa pertanyaan untuk saya jawab secara tertulis saja. Atau wawancara setelah saya tiba di Ende. Bagaimana?”

Saya merespons pesan beliau.

“Selamat malam Pater Budi,
Terima kasih banyak untuk respons baiknya. Kami sangat memahami kesibukan Pater dalam masa transisi ini. Karena kami termasuk media audio-visual, kami lebih memilih wawancara langsung dengan Pater setelah Pater tiba di Indonesia, baik di Jakarta atau pun di Ende, jika Pater berkenan. Sebelum itu kami akan tetap siapkan beberapa pertanyaan penuntun untuk wawancara nanti. Terima kasih banyak dan salam hormat”

Masih ada beberapa pesan singkat antara kami sampai menentukan tanggal tapping Podcast pada Sabtu (3/8/2024) Pukul 18.00 di Wisma Soverdi Matraman Jakarta Timur.

Saking tidak mau salah pertanyaan, saya sempat konsultasi dengan Kaka Romo Stef Stefanus Wolo Itu di Swiss dan Pater Kons Beo di Roma. Kedua senior yang baik hati ini pun menelpon saya menyampaikan beberapa poin yang sekiranya pas untuk ditanyakan.

Maka terjadilah percakapan yang baik itu dan akan segera tayang di Podcast Orang Kita.

Bersambung….

Oleh: Ferdinandus Setu, Host Podcast Orang Kita

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.