Diduga Oknum Polisi Aniaya Kades Lendola, Warga Mengadu ke Ketua DPRD Alor dan Lapor Polisi

oleh -1767 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Kepala Desa (Kades) Lendola Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor, Nikodemus Anry Beli, SE diduga menjadi korban salah tangkap yang dipukul hingga terjatuh oleh oknum Anggota Polisi dari Kepolisian Resor (Polres) Alor pada Senin, 17 Februari 2025 sekitar pukul 04.00 dini hari dan ditahan sampai sekitar pukul 09.00 kemudian dilepas.

Merasa kecewa atas tindakan oknum Polisi yang tidak pantas memperlakukan seorang pemimpin wilayah seperti itu, sejumlah warga desa Lendola yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak bersama Kepala Desa mengadukan peristiwa itu kepada Ketua DPRD Kabupaten Alor pada Senin pagi.

Setelah berdialog dengan Ketua DPRD Kabupaten Alor, warga juga mendatangi Mapolres Alor untuk membuat laporan polisi. Kemudian ke RSUD Kalabahi untuk melakukan visum bekas pemukulan terhadap Kepala Desa Lendola.

Saat ini, ratusan warga kembali mendatangi Mapolres Alor untuk menyaksikan proses pengambilan keterangan saksi dan korban yang sedang berlangsung berita acara pemeriksaan (BAP) di Satuan Reskrim Polres Alor.

Kepada awak media, Kepala Desa Lendola menyampaikan kronologi peristiwa yang menimpa dirinya pada subuh tadi, ketika itu ia sedang bersama Kepala Dusun untuk bertukar pikiran terkait kondisi keamanan dan dugaan adanya bunyi tembakan polisi yang cukup meresahkan warga setempat.

“Sekitar pukul 03.44 saya menghubungi bapak dusun agar cek adik-adik yang sedang dirawat di rumah sakit katanya kondisi keamanannya tidak terjamin, namun dibalas bahwa kondisi aman sudah dijaga polisi dan baru pulang sampai di rumah,” kata Kepala Desa Lendola.

Kemudiaan ia bertemu kepala dusun untuk bertukar pikiran terkait kondisi keamanan dan ketertiban yang sedang terjadi dan pada saat itu polisi datang dan ada sekitar lima orang memukulnya hingga terjatuh kemudian menariknya ke mobil dan dibawa ke Mapolres Alor.

“Sekitar jam tiga lewat saya bersama bapak dusun untuk bertukar pikiran dan saat itu polisi melakukan operasi, sekitar lima orang memukul saya hingga terjatuh dan menarik saya ke mobil saat di mobil saya berada di bawah dan kepala saya ditekan ke bawah pakai tameng,” beber Kepala Desa Lendola.

Atas peristiwa salah tangkap dan penganiayaan terhadap dirinya, Kepala Desa Lendola berharap agar diselesaikan secara hukum agar semuanya menjadi terang benderang dan ke depannya pihak kepolisian jangan memandang miring terhadap pemerintah desa khususnya Desa Lendola.

Awak media berupaya menghubungi Kapolres Alor, AKBP Supriadi Rahman dan Kasat Intel Polres Alor, melalui pesan WhatsApp namun belum direspons.

Diketahui oknum pemuda Kampung Baru Desa Lendola sedang berkonflik dengan oknum pemuda Kelurahan Wetabua. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.