Butuh SDM dan Industri Unggul Wujudkan Hilirisasi Produk Olahan Non Tambang di NTT

oleh -1022 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Ekonom Dr. Thomas Ola Langoday menegaskan bahwa butuh sumber daya manusia (SDM) entrepreneur unggul dan industri unggul untuk merealisasikan program hilirisasi produk olahan non tambang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan mantan Akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang itu, terkait tanpa industri yang kuat mustahil ekonomi Indonesia tumbuh mencapai target 8 persen seperti yang dicita-citakan pemerintah. Sebagaimana hasil diskusi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Universitas Paramadina bertajuk “Mustahil Tumbuh 8 Persen Tanpa Industri yang Kuat”.

“Benar sekali. Kita bisa menarik benang merah hasil diskusi ini ke NTT. Tanpa industri yang kuat, jangan berharap NTT bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan, keluar dari persoalan kemiskinan ekstrem, pengangguran dan stunting,” beber Thomas Ola, Sabtu (1/3/2025).

Oleh karena itu, lanjutnya, program Gubernur NTT terkait Hilirisasi produk olahan, satu desa satu produk olahan non tambang mesti diapresiasi.

“Tetapi tanpa perencanaan yang baik, tanpa mempersiapkan SDM entrepreneur unggul, tanpa mempersiapkan perusahaan unggul, tanpa mempersiapkan industri unggul, jangan pernah berharap NTT dapat keluar dari lingkaran kemiskinan yang mendadaninya selama ini,” tegas Thomas Ola.

Ia menyarankan pemerintah agar menyiapkan peta jalan (road map) hilirisasi melalui suatu perencanaan yang baik dan benar bukan asal jadi sekadar mengejar jam tayang. Meskipun di tengah kondisi ruang fiskal yang sangat terbatas akibat pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat.

“Melakukan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) yang FOKUS. Supaya yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak terampil menjadi terampil. Yang tidak tahan uji menjadi tahan uji. Yang tidak disiplin menjadi disiplin. Yang tidak ulet menjadi ulet. Sehingga terciptalah entrepreneur unggul yang menciptakan PERUSAHAAN UNGGUL. Beberapa Perusahaan Unggul menciptakan INDUSTRI UNGGUL; dan beberapa industri unggul menciptakan DAERAH UNGGUL,” pungkas Thomas Ola.

NTT memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, peternakan, pariwisata dan ekonomi kreatif yang mesti ditata kelola ke dalam klaster-klaster produksi berdasarkan wilayah kepulauan.

Pemerintah daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) perlu membangun kolaborasi dengan semua pihak untuk mengoptimalkan potensi demi kesejahteraan dan kemakmuran lima jutaan rakyat NTT.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pun menyambut baik inisiatif kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat daya saing pangan lokal.

“Potensi pertanian di NTT terbilang besar, dengan sekitar 85 persen wilayahnya berorientasi pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Untuk mendukung pengembangan ini, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk fasilitasi, termasuk pemetaan lahan potensial, perbaikan irigasi, serta penyediaan alat dan sarana produksi pertanian,” jelas Amran di hadapan para Kepala Daerah Terpilih. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.