Salah satu nama yang jadi sorotan dalam kepengurusan Danantara adalah Pandu Sjahrir yang diplot menjadi Chief Investment Officer (CIO). Tugasnya membantu Rosan Roeslani yang menjabat sebagai CEO Danantara.
Pandu Sjahrir memiliki hubungan kekerabatan dengan Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menko Marves yang kini menduduki jabatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Asal tahu saja, Pandu Sharir merupakan anak dari ekonom Sjahrir yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sjahrir beristrikan antropolog Nurmala Kartini Pandjaitan yang juga adik dari Luhut Binsar Pandjaitan. Pasangan ini dikaruniai dua anak yakni Pandu Sjahrir dan Gita Rusmida Sjahrir.
Pandu Sjahrir bukan sosok asing di lingkaran orang terdekat Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Di industri pertambangan, Pandu Sjahrir cukup dikenal luas sebagai pengusaha batu bara. Dia juga menjabat sebagai eksekutif di PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), perusahaan yang kepemilikannya sering dikaitkan dengan Luhut.
Dikutip dari laman resmi TOBA, Pandu Sjahrir lahir di Amerika Serikat (AS) pada 17 Mei 1979. Domisilinya saat ini tercatat berada di Jakarta.
Pandu Sjahrir meraih gelar Sarjana dari University of Chicago dan Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business. Keduanya merupakan kampus di AS.
Sebelum bergabung dengan PT Toba Bara Sejahtra Tbk, Pandu Sjahrir pernah berkarir sebagai Analis Senior spesialisasi sektor energi dan pertambangan di Matlin & Patterson dari tahun 2007-2010.
Lalu karirnya berlanjut sebagai Principal di Byun & Co, Alternative Energy Fund Asia (2002–2005) dan sebagai Analis di Lehman Brothers (2001-2002).
Di TOBA, Pandu Sjahrir diangkat pertama kali sebagai Direktur Perseroan sejak tanggal 1 Oktober 2010. Dia juga tercatat sebagai Direktur PT Adimitra Baratama Nusantara yang masih terafiliasi dengan TOBA.
Saat ini, Pandu Sjahrir juga menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain: Ketua Dewan Pengurus Harian Asosiasi Fintech Indonesia (sejak 2021), Komisaris Utama GoTo Financials (sejak 2021), Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (sejak 2020), Komisaris Independen PT Elang Mahkota Teknologi (sejak 2020), Komisaris PT Karya Baru TBS (sebelumnya PT Batu Hitam Perkasa) (sejak 2018), Komisaris Utama PT Perkebunan Kaltim Utama I (sejak 2018).
(Sumber: kompas.com)









