Tahun 2025 meninggalkan jejak yang jelas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT): harga bahan pokok naik, sementara daya beli tidak sepenuhnya mampu
Tag: ekonomi
Hijau di Atas Kertas, Gelap di Dalam Sistem: Mengapa Perubahan Struktur Tanpa Perubahan Mindset Selalu Berujung Kegagalan?
Narasi perubahan organisasi, institusi, bahkan negara sering kali dimulai dengan semangat besar dan bahasa yang menggetarkan: reformasi, transformasi, keberlanjutan, dan komitmen global.
Legalisasi Miras Lokal dan Pajak: Antara Rasionalitas Kebijakan dan Tanggung Jawab Publik
Perdebatan tentang kemungkinan legalisasi minuman beralkohol lokal dan penarikan pajaknya kembali mencuat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap peredaran minuman tradisional yang selama
Mengapa Banyak Orang Salah Arah: Perbedaan Mendasar antara Berpikir Linear dan Berpikir Strategis Sistemik
Oleh: Vincent Gaspersz Dalam kehidupan modern yang semakin cepat dan tidak menentu, banyak orang sebenarnya bukan gagal karena malas, bukan gagal karena
Mengurai Kekerasan di NTT: Lebih dari Sekadar Segelas Moke
Perdebatan tentang moke, sopi dan arak kembali menguat di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah sejumlah operasi penertiban menyita ratusan hingga ribuan liter
Tabungan Rp30 Kuadriliun Milik Bangsa Viking: Bagaimana Norwegia Mengubah Minyak Menjadi Kemakmuran Kolektif Bukan Krisis Korupsi
Oleh: Vincent Gaspersz Di dunia yang penuh krisis fiskal, hutang publik, dan inflasi yang menekan daya beli rakyat, Norwegia tampil sebagai anomali
Panas-Dingin Hubungan Purbaya dan Luhut: Antara Kekuasaan, Profesionalitas dan Loyalitas
Menelusuri dinamika hubungan dua figur kuat dalam kabinet ekonomi yaitu Luhut Binsar Pandjaitan dan Purbaya Yudhi Sadewa. Terasakan harmoni politik tampak adanya
Kenapa Menkeu Purbaya Tak Mau Bayar Utang BUMN dari Uang Rakyat
“Untungnya ke dia, susahnya ke kita. APBN tidak boleh menanggung beban korporasi,” ucap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Bayangkan Negara kita
Evaluasi Ekonomi Syariah di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo
RADARNTT, Jakarta – Wakil Rektor Paramadina, Peneliti CSED INDEF, Dr. Handi Risza Idris, S.E., M.Ec. menegaskan bahwa fondasi kebijakan ekonomi syariah dalam
Rekayasa dan Manajemen Sistem Ekonomi: Rahasia Kemajuan Singapura, Korea Selatan dan China
(Bagaimana Investor dan Pendidikan STEAM Bersinergi Menciptakan Pertumbuhan Teknologi dan Keadilan Ekonomi) Mengapa Kita Harus Memahami Rekayasa Sistem Ekonomi? Memahami rekayasa sistem
Jangan Salah Paham: Investor adalah Mesin Tak Terlihat yang Menggerakkan Sistem Ekonomi Nasional
(Meluruskan mindset keliru bahwa investor hanya nenikmati pertumbuhan ekonomi, bukan membangun) Pesan seperti, “Investor tidak pernah membangun Indonesia, hanya menikmati pertumbuhan ekonomi
- 1
- 2
- …
- 8
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











