Berawal dari Hobi, Kisah Nina MUA Maumere

oleh -2261 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Berawal dari kegemarannya merias wajah, Nina tak pernah menyangka sentuhan tangannya kini menjadi sumber rezeki utama. Di sudut Kota Maumere, nama Nina Make Up Artist (MUA) perlahan dikenal lewat hasil riasan yang halus dan detail, membuat para pelanggan tampil lebih percaya diri di hari-hari istimewa mereka.

Perempuan muda berusia 35 tahun ini mulai merintis usahanya di tahun 2019. Bukan karena cita-cita melainkan karena hobi yang ia tekuni sejak kecil, perlahan keterampilan itu mulai tumbuh berkembang menjadi sebuah pekerjaan.

“Awal mulai usaha ini sebenarnya berawal dan mood dan hobi, yang bekembang menjadi pekerjaan, bukan cita-cita dari kecil, tapi memang berawal dari hobi yang akhirnya saya tekuni menjadi pekerjaan karena ada peluang,” ujar Nina Sabtu, (21/2/2026) siang.

Kegemarannya itu kini telah menghantarnya pada titik ini dengan modal awal dari dukungan keluarga terutama suami terkasih dan orang tua tercinta.

Hampir tujuh tahunan merintis di dunia Tata Rias, Nina telah banyak melayani klien baik dalam kota hingga sampai keluar daerah. Tidak tanggung-tanggung, Nina MUA menjadi salah satu andalan tata rias pengantin di Maumere ini melayani klien dari istri bupati, hingga Ibu Kapolres, Ibu Dan Lanal, dan masih banyak lagi.

Di balik kesuksesan yang kini ia raih, perjalanan Nina membangun Nina Make Up dan Tata Rias Maumere tidak selalu berjalan mulus. Ia harus belajar menyesuaikan diri dengan beragam karakter pelanggan di setiap wilayah yang berbeda. Perbedaan bahasa, logat, hingga kebiasaan budaya kerap menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun, ibu dua anak itu memilih untuk tidak menyerah.

Tak hanya itu, ada masa-masa ketika kursi riasnya harus kosong lebih lama dari biasanya. Menjelang Natal dan Paskah, terutama pada masa Adven, permintaan jasa rias cenderung menurun. Ditambah lagi saat musim hujan tiba dan perayaan jarang digelar, pekerjaan pun ikut melambat.

“Tantangannya kira-kira, harus beradaptasi dengan berbagai macam karakter di setiap wilayah atau lokasi yang berbeda-beda. Contohnya seperti perbedaan bahasa, budaya di setiap tempat itu. Kalau pelanggan sepi diam karena di saat masa adven, menjelang natal dan paskah atau musim hujan, jarang sekali ada perayaan jadi ya pelanggan sepi,” ujarnya.

Pekerjaan menjadi MUA, bagi Nina bukan pekerjaan utama yang mengejar target atau bisnis dan juga bukan mata pencaharian utama, hingga jika tidak memiliki pelanggan, ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Baginya, penghasilan suami sudah mampu cukup membiayai namun karena ini adalah kegemaran, Nina ingin terus menekuninya.

“Saya jalani bisnis ini karena hobi dan karena bukan bisnis yang mengejar target atau mata pencaharian utama, jadi kalau masa sepi itu bisa digunakan sebagai waktu libur karena kalau datang waktunya itu hampir tidak ada waktu istirahat,” tandasnya.

Menurut Nina, usaha MUA di Maumere bukan sekadar tren, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari budaya pesta masyarakat setempat. Di kota yang kental dengan tradisi perayaan ini, hampir setiap momen istimewa baik pernikahan, komuni, ulang tahun, hingga acara keluarga selalu menjadi ruang bagi perempuan untuk tampil rapi dan percaya diri.

Bagi Nina, tata rias bukan hanya soal mempercantik wajah pengantin, tetapi juga tentang membantu setiap perempuan merasa dihargai dan istimewa di hari penting mereka. Di situlah ia melihat profesinya tetap relevan, tumbuh seiring budaya yang terus hidup dalam setiap perayaan.

Sejauh ini, Nina masih sangat bersyukur, dari modalnya menjadi tata rias, ia sudah bisa meraih mimpinya, dengan bisa membuat rumah pribadi dan jalan keluar daerah. Menjadi satu kebanggaan baginya karena ini adalah sebuah usaha yang berawal dari hobi yang terus ia tekuni.

Sebagai seorang dengan kodrat sebagai perempuan, tentu menjadi sebuah perjalanan singkat bagi seorang Nina untuk merintis usahanya. Ia terus tumbuh memberikan banyak harapan dan inspirasi bagi perempuan lainnya di luar sana.

“Sebagai perempuan, sebisa mungkin, kita gali talenta, atau bakat yang kita punya, karena kita tidak tahu rejeki kita itu ada dimana. Selagi mau berusaha pasti ada jalan. Entah pekerjaan kantoran atau swasta, selagi halal dan menghasilkan uang jangan disia-siakan. Karena sukses itu berawal dari diri sendiri, mau maju atau berdiam saja di tempat,” ujar Nina mengakhiri percakapan siang itu.

Di ujung setiap kuas yang ia sapukan, Nina tak hanya merias wajah, tetapi juga merawat harapan. Ia percaya, selama budaya pesta dan kebersamaan tetap hidup di Maumere, selama itu pula kebutuhannya akan sentuhan tata rias akan selalu ada.

Dengan semangat sederhana dan doa yang tak pernah putus, Nina melangkah pelan namun pasti membesarkan usahanya, membahagiakan pelanggan, dan menghidupi keluarganya dari hobi yang dulu hanya ia jalani dengan rasa suka. Bagi Nina, sukses bukan semata tentang ramai atau sepi pelanggan, melainkan tentang ketekunan untuk tetap bertahan dan terus percaya bahwa setiap musim akan membawa rezekinya sendiri.

Kisah Nina terus menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk terus berusaha dan belajar untuk sukses, berani untuk maju mencapai segala mimpi.

Hingga kini Nina MUA Maumere masih terus melayani berbagai pelanggan dari dalam hingga luar kota. Dengan fokus utama pada make up, hairstylist, dan hijabstyle. Klien dapat memesan melalui Instagram @nina_makeupmaumere dengan 4.730 followers atau melalui Facebook @Nia Bundax ZafranAzka dengan 17ribu pengikut. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.