Transformasi Pelayanan Publik: WiFi Bakti Permudah Pengurusan Dokumen di Raimanuk Belu

oleh -1580 Dilihat
banner 468x60


RADARNTT, Atambua – Kecamatan Raimanuk mencatat terobosan baru dalam pelayanan publik dengan meluncurkan program “WiFi Bakti Aksi Sebagai Upaya Percepat Pengurusan Dokumen” di Kantor Desa Rafae pada Jumat (13/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi, dan masyarakat setempat, menandai komitmen bersama dalam meningkatkan efisiensi layanan administrasi kependudukan.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menghadirkan narasumber berkompeten, termasuk Perwakilan Dukcapil Belu, Camat Raimanuk, serta tim akademisi dari FISIP Undana Prodi Sosiologi. Para Narasumber memaparkan pentingnya digitalisasi layanan dan pemanfaatan teknologi untuk memangkas birokrasi yang berbelit.

WiFi Bakti menjadi solusi konkret bagi warga yang kerap terkendala akses internet saat mengurus dokumen kependudukan seperti KTP, KK, atau akta kelahiran. Dengan jaringan WiFi gratis yang stabil di kantor desa, diharapkan proses administrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan minim antrean.

Pada sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Camat Raimanuk Imelda Haki menegaskan bahwa program “WiFi Bakti” merupakan fondasi penting dalam mewujudkan smart village di wilayahnya. 

“Ini adalah langkah awal menuju desa cerdas. Ke depan, tidak hanya WiFi, tetapi seluruh pelayanan publik akan terintegrasi secara digital untuk memudahkan akses masyarakat,” ujarnya.

Pihak Dukcapil Belu juga menyatakan komitmen pemerintah setempat untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi terkini guna mengurangi kendala birokrasi yang selama ini dihadapi warga.

Sementara itu, tim akademisi dari FISIP Undana Prodi Sosiologi yang dipimpin oleh Dr. Hotlif Nope, bersama anggota tim Imelda Nahak, Paskalius Taboen, dan Petrus Selestinus Mite, turut berperan aktif dalam kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Mereka bersinergi dengan pemerintah setempat untuk membantu mengurangi kesenjangan digital melalui pendampingan dan edukasi. 

“Kami berusaha membangun kesadaran masyarakat dan memastikan masyarakat agar, mampu memanfaatkannya WIFI dengan optimal, terutama dalam urusan administrasi kependudukan,” jelas Dr. Hotlif.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mempercepat transformasi digital di tingkat desa.

Warga yang hadir menyambut antusias, terlihat dari diskusi interaktif usai pemaparan. Salah satu peserta, Yunita Bauk, mengungkapkan, “Selama ini urus dokumen harus bolak-balik karena sinyal lemot dan harus menempuh jarak yang cukup jauh ke kota”. Dengan WiFi Bakti, semoga lebih mudah.”

Program ini tidak hanya berhenti pada penyediaan WiFi, tetapi juga akan disertai pelatihan bagi perangkat desa oleh Tim Dosen Fisip Sosiologi Undana dan pendampingan rutin oleh tim Dukcapil. Kedepan, Kecamatan Raimanuk berencana memperluas cakupan layanan serupa ke seluruh desa di wilayahnya.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, WiFi Bakti diharapkan menjadi model pelayanan publik yang bisa diadopsi daerah lain, mempercepat terwujudnya “Belu Smart Regency” di daerah perbatasan NKRI dan Timor Leste. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.