CIRMA Sulap Lahan Kering jadi Hijau

oleh -1523 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Atambua – Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kelompok Tani Kebun Alam Raya menghijaukan lahan kering di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu melalui kegiatan pertanian organik.

“Kehadiran CIRMA sangat membantu kami dalam pengelohan pupuk kompos dan bantuan pupuk cair,” demikian Ketua Kelompok, Markus Tai Bere di lokasi Kebun Alam Raya, dusun Bauatok-Belu.

Markus menuturkan, sebelum kehadiran CIRMA, penghasilan mereka maksimal dan tidak mempunyai dampak peningkatan ekonomi rumah tangga serta cederung usaha sendiri.

Lebih lanjut Markus, mengatakan bantuan dari CIRMA sangat dirasakan manfaatnya melalu pemberian pelatihan dan sarana produksi.

“Bantuan tersebut berupa, pupuk organik cair, bibit sayur kangkung dan sayur putih serta melatih kami cara membuat pupuk kompos dan kami tidak membeli pupuk lagi di tokoh. Sehingga tanaman yang kami tanam menjadi hijau dan hasil yang kami peroleh sangat memuaskan,” ujar Markus.

Sementara itu, Bendahara Kelompok Tani Kebun Alam Raya Belu, Petronela Koe, saat ditanya oleh media ini, terkait hasil panen sejak CIMA mendukung dan membantu untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.

Petronela menjelaskan, dari bulan Juli hingga Desember 2025, terhitung enam bulan dan “hasil panen yang kami telah terjual, dari dua jenis sayur kangkung dan sayur putih.

“Masing-masing kami mendapatkan uang sejumlah Rp1.800.000 per anggota,” terang Nela.

Selain itu, Sekretaris Kelompok Tani Kebun Alam Raya Belu, Maria Mince Mau, mengucapkan terima kasih kepada dua orang awal media utusan Yayasan Media Flores Peduli semoga kehadiran awak media dapat mempublikasikan hasil kerja-kerja nyata kelompok dapat diketahui oleh banyak orang dan pengunjung dan pembeli semakin banyak.

“Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih banyak atas penjelasan dari kaka berdua, serta District Focal Point (DFP) CIRMA Kabupaten Belu, Delfrida K. Nahak, terkait manajemen berorganisasi dan manajemen pemasaran produk hasil pertanian yang kami peroleh. Baik itu melalui media sosial, dalam berupa foto, video serta tulisan,” pungkas Nela.

Untuk diketahui, Maria Mince Mau adalah seorang guru PAUD/Guru Taman Kanak-Kanak di Dusun Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.