Tawaran Solusi Ima Blegur Mengejar Ketertinggalan

oleh -1756 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Kabupaten Alor masuk kategori daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Tertinggal berarti memiliki kualitas pembangunan yang rendah, dimana masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Lalu dari sisi geografis berada di daerah terdepan dan terluar wilayah Indonesia.

Berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal 2020-2024, Sumba Tengah dan Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur masuk dalam 62 kabupaten yang masuk kategori ini. Meskipun status itu sudah dicabut oleh Menteri Desa dan PDTT pada pertengahan tahun ini, tetapi perlu diikuti dengan kerja serius pemerintah daerah untuk mensejahterakan rakyat.

Calon Bupati Alor nomor urut 5 Imanuel Ekadianus Blegur menyatakan siap mengejar ketertinggalan kabupaten Alor dengan meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Melaksanakan pembangunan yang adil dan merata, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian dan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Mantan Anggota DPR RI era 1999-2004 yang memperjuangkan ruas jalan negara di Kabupaten Alor itu, memberi penekanan pada upaya penyediaan infrastruktur sebagai salah satu prioritas untuk memudahkan akses mobilitas barang dan orang. Infrastruktur sebagai urat nadi ekonomi yang menggerakan barang dan jasa dari dan ke sentra-sentra produksi rakyat.

“Membangun sarana jalan, jembatan dan pelabuhan yang berkualitas dan saling terkoneksi antar wilayah sentra produksi dan pemukiman. Membangun jalan kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan, kecamatan dan ibukota kabupaten. Membangun pula jalan usaha tani (JUT) ke sentra produksi pertanian dan daerah penghasil komoditi rakyat,” jelas Ima Blegur.

Membangun pemukiman masyarakat dengan sarana rumah layak huni, sarana air minum dan sanitasi yang memadai. Jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Alor sampai dengan tahun 2023 mencapai 14.000 unit rumah.

Membangun infrastruktur kelistrikan dan internet yang menjangkau semua desa, agar tidak ada lagi desa tanpa listrik dan internet dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Listrik dan internet merupakan satu kesatuan yang saling terkait di era digital saat ini.

“Internet bukan lagi barang mewah tetapi merupakan kebutuhan dasar sebagai media informasi yang paling banyak diakses masyarakat untuk pendidikan dan ekonomi. Tidak boleh ada desa yang blank spot tempat tanpa internet,” tandasnya.

Mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor primer dan sekunder yang lebih banyak menyerap tenaga kerja melalui industrialisasi produk lokal bidang pertanian, peternakan, perikanan dan pertambangan rakyat.

Masyarakat mendapat nilai tambah ekonomi dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan sebagai penyedia bahan baku untuk industri olahan produk lokal yang dikelola berbasis komunitas di sentra-sentra produksi. Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat melalui usaha skala mikro.

“Industri olahan produk dilakukan oleh masyarakat dengan sentuhan teknologi tepat guna,” jelasnya.

Mendorong potensi bambu Alor menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis bisa untuk digunakan sendiri dan juga ekspor karena diminati di berbagai negara di Eropa dan India.

“Kita akan mendorong investasi di sektor bambu untuk mengolah potensi bambu Akor menjadi produk yang bernilai ekspor tinggi seperti balok bambu, tripleks bambu dan keramik bambu yang sangat laku di pasar global,” tegas Ima Blegur.

Selain untuk ekspor, kata Ima Blegur, produk olahan bambu juga digunakan sendiri untuk membangunan rumah layak huni bagi masyarakat di kampung-kampung.

Menurut Ima Blegur, Kabupaten Alor sebagai satu kepulauan yang terpisah dari Flores dan Timor maka perlu membangun hubungan kerja sama kawasan ekonomi khusus dengan Lembata-Flores dan juga Timor dari Atambua dan Kupang.

“Kerja sama yang saling menguntungkan di sektor ekonomi maritim dan komoditi pangan dan hortikultura yang bisa saling suplai untuk kebutuhan domestik masing-masing,” jelasnya.

Diketahui, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Alor tahun 2024 menampilkan lima kader terbaik yang menyuguhkan ide dan gagasan memajukan daerah kepulauan yang dijuluki Nusa Kenari itu.

Nomor urut 1, Abdul Madjid Nampira dan Seprianus Kaminukan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nomor urut 2, Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo, diusung Partai Hanura, Partai Buruh dan Partai Bulan Bintang (non seat).

Nomor urut 3, Simeon T Pally dan Sri Inang Ananda Enga, diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Garuda dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Nomor urut 4, Gabriel Abdi Kesuma Beri Binna dan Mulyawan Djawa, diusung PSI, Gerindra, Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Nomor urut 5, Imanuel E Blegur dan Lukas R. Atabuy, diusung Partai Demokrat, dan Partai Perindo.

Kelima pasangan calon (Paslon) Bupati telah hadir menyapa masyarakat di seluruh pelosok Nusa Kenari, mendatangi 175 desa/kelurahan yang menyebar di 18 kecamatan sedaratan Alor, Pantar dan pulau-pulaunya.

Ada wajah lama dan wajah baru, mereka beradu strategi dan taktik meraih dukungan suara 100 jutaan pemilih. Menawarkan visi, misi dan program kerja yang menjawab berbagai permasalahan mendasar rakyat. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.