Rocky Winaryo: 18 Anak Alor Jalani Pembinaan di LPKA Kelas 1 Kupang

oleh -1381 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Berdasarkan data bulan Juni 2025, dari jumlah 40 anak binaan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas 1 Kupang 18 anak berasal dari Kabupaten Alor sisanya berasal dari Kabupaten lain.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo dalam arahannya ketika membuka kegiatan peringatan hari anak Nasional tahun 2025 tingkat Kabupaten Alor dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80 dan talk show yang bertema “pola aktif keluarga dan pentingnya angka anak berhadapan dengan hukum”.

Kegiatan berlangsung diaula Kopdit Citra Hidup Kalabahi Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu, (12/8/2025).

Wakil Bupati Rocky Winaryo dalam arahan mengatakan, kegiatan talk show ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Alor dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak juga bekerja sama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi NTT.

Menurut Rocky Winaryo, kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Propinsi NTT yakni “AYO BANGUN NTT” dan program Pemerintah Kabupaten Alor yaitu “GERBANG TIMUR dengan spirit “ALOR BERKEMAS”.

Dia mengatakan, pola asuh anak dapat diartikan sebagai sifat interaksi antara orang tua dan anak.

Pola asuh anak yang baik demikian Rocky Winaryo, orang tua akan memberikan bimbingan terhadap anak anak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya dimana tempat anak tinggal. Karena menurutnya, asuh anak akan mempengaruhi pertumbuhan, moral, prinsip dan kelakuan anak saat ini dan di masa masa mendatang.

“Jika pola asuh anak ini tidak diperhatikan dengan baik maka dipastikan semakin banyak anak yang akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Sesuai data bulan Juni tahun 2025 lanjutnya, jumlah anak binaan pada LPKA Kelas 1 Kupang berjumlah 40 orang anak. Dan dari 40 anak tersebut jelasnya, 18 anak berasal dari Kabupaten Alor dari berbagai kasus yang sementara ini dibina di LPKA kelas 1 Kupang.

“Ini tidak main main dari 40 anak 18 dari Alor ini hampir 50 persen. Ini ada yang salah dan banyak kesalahan yang kita buat,” sebutnya.

Oleh karena itu, kata Rocky Winaryo, harus banyak berpikir tentang masa depan anak dan semua harus bertanggung jawab terutama orang tua di rumah dan di lingkungan dimana anak berada.

“Kebiasaan kita kalau anak buat salah kita orang tua mendukung. Inilah yang paling masalah. Anak sudah bikin masalah datang di orang tua orang tua bela. Kalau jaman duluh anak buat salah tidak dibela tapi tetap salah maka yang korban adalah anak,” ungkapnya

Mencermati pola asuh anak untuk masa yang akan datang adalah komunikasi dalam keluarga harus berjalan dengan baik, pendidikan karakter harus memadai, dan menghindari miras karena miras menjadi salah satu penyebab kenakalan anak yang berujung terjadinya kasus kasus dan berakhir ke hukum . Untuk itu jelasnya, kita semua harus menjaga semua ini agar anak kita tidak akan berhadapan dengan hukum.

Pemerintah Daerah sangat mengharapkan dukungan dari tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pimpinan organisasi perempuan, akademisi dan semua pihak agar melakukan berbagai upaya sesuai tugas dan fungsi kita masing masing untuk mengurangi anak berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, 10 suara hati dari anak-anak Alor yang disampaikan oleh Hanani Laa siswi SMK Negeri 1 Kalabahi, dan Marthin Jerico siswa SMA Negeri 1 Kalabahi mewakili anak-anak Alor pada forum tersebut diantaranya,

Pertama, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah untuk mempersiapkan anak sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan dengan berbagai kebijakan diantaranya kebijakan tentang penyelenggaraan kabupaten kota layak anak.

Kedua, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah, pihak keamanan dan masyarakat untuk menolak serta menghapus tulisan, gambar, dan audio yang mengandung unsur SARA, maupun pornografi di tempat umum dan angkutan umum.

Ketiga, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah untuk lebih memperhatikan forum anak Alor yang merupakan wadah partisipasi anak dengan memperhatikan fasilitas berupa sekretariat serta fasilitator sebagai pendamping forum anak Alor.

Keempat, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah, masyarakat dan orang tua untuk tidak menyelesaikan kasus kekerasan seksual terhadap anak secara kekeluargaan atau hanya berakhir di meja adat saja.

Kelima, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah, masyarakat dan orang tua untuk menolak dengan tegas ekploitasi anak (pekerja anak)

Keenam, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah untuk memberikan pendidikan parenting mengenai pola asuh anak dan pemberian makanan bergizi bagi anak dan mengawasi pola makan anak di sekolah termasuk segala bentuk kantin yang tidak ramah gizi bagi anak dalam rangka menurunkan angka stanting di Kabupaten Alor.

Ketujuh, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah untuk memberikan pendidikan parenting pra nikah dibawah umur kepada orang tua dan menolak keras segala bentuk tindakan aborsi.

Kedelapan, Kami anak Alor, memohon kepada orang tua untuk peduli terhadap perkembangan anak di era globalisasi dengan cara mengontrol anak dalam penggunaan gadget.

Kesembilan, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah untuk memberikan beasiswa penuh bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang atau tidak mampu.

Kesepuluh, Kami anak Alor, memohon kepada Pemerintah untuk melibatkan anak dalam upaya konservasi lingkungan.

Hadir pada acara talk show tersebut, selain Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Usman Plaikari, Sekretaris PKBI Provinsi NTT Gusty Brewon, para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, para pengelola yayasan, siswa siswi SMA, serta undangan lainnya. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.