RADARNTT, Waitabula – Sebelum melaksanakan riset pengembangan komoditas unggulan lokal. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) Semarang awal pekan September lalu bertemu Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Ratu Ngadu Bonu Wulla di Rumah RWT Center Tambolaka.
Kehadiran tim tersebut sebagai perkenalan awal di Kabupaten Sumba Barat Daya guna melaksanakan riset pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi. Tim terpilih terdiri dari tujuh universitas terbaik di Indonesia akan menjadi garda terdepan di lokasi transmigrasi.
“Tim berasal dari perguruan tinggi seperti Undip, UI, UGM, ITB, ITS, IPB, dan Unpad serta beberapa universitas di daerah itu,” ujar Hani S Sawasmariai, anggota tim dan alumni Pascasarjana Perencanaan Wilayah dan Kota Undip dari Waitabula, kota Kabupaten SBD, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/9/2025).
Tim Undip terdiri dari peneliti Shyafna Asyah Ryandjani, Dararista Sahaya Sani (pertanian), Tedy Pratama Putra (ekonomi), Ghyifari (kesehatan masyarakat), Fatin Renanda Hastuti (perencanaan wilayah dan kota), Nashawa Zahara Hasan (perencanaan wilayah dan kota), dan Muhamad Dhiaz Tegar (Fisip).
Menurut Hani, tim Undip sepuluh peneliti di Kodi-Loura dan Wawewa Selatan, Sumba Barat Daya. Sepuluh peneliti itu dibagi menjadi dua tim dengan fokus riset pada rekomendasi untuk evaluasi kawasan transmigrasi. Tim ini dipimpin Dr Dra Ayun Sriatini, M.Kes.
Sedangkan tim kedua dipimpin Anasrullah, SP, MS fokus pada penyesuaian desain jangka pendek, menengah dan panjang terkait pengembangan komoditas unggulan spesifik setiap wilayah.
“Program riset dan pengabdian masyarakat di Kodi-Loura dan Wewewa Selatan diinisiasi Kementerian Transmigrasi untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Hani.
Menurutnya, program ini melibatkan mahasiswa, akademisi, dan alumni dari berbagai perguruan tinggi mitra untuk mengidentifikasi potensi lokal, mengembangkan komoditas unggulan, memperkuat tata kelola masyarakat, dan merumuskan strategi investasi yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Transmigrasi karena telah memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk mengkaji potensi dan melihat fasilitas umum di transmigrasi lokal agar menjadi rekomendasi kepada Kementerian Transmigrasi agar ditindaklanjuti,” ucap Hani.
Tim Patriot Ekspedisi juga berterima kasih kepada Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wulla dan Kepada Dinas Transmigrasi karena telah menerima tim dengan baik dan penuh kekeluargaan.
“Kehadiran tim ke daerah translok ini tentu penting untuk membantu mengkaji dan memetakan wilayah yang potensial, khususnya di sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan agar Sumba Barat Daya maju dan berdaya saing dengan kabupaten lain di Indonesia,” kata Hani.
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya mengatakan, desa transmigrasi harus segera membangun dan berlari dari ketertinggalan menuju sejahtera. Karena itu, kehadiran tim riset lintas perguruan tinggi menjadi sangat penting.
“Kehadiran teman-teman tim ekspedisi dari berbagai latar belakang disiplin ilmu berbeda. Tim yang hadir di Kabupaten Sumba Barat Daya diharapkan tetap semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujar Iftitah Sulaiman Suryanagara saat melepas tim riset ke berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Ratu Wulla antusias memyambut kehadiran Tim Ekspedisi yang akan melakukan penelitian di wilayah SBD demi kemajuan masyarakat daerah tersebut.
“Kami menyambut baik dan terima kasih atas kehadiran Tim Ekspedisi yang akan melakukan penelitian pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi di kabupaten Sumba Barat Daya,” ujarnya.
Ratu Wulla juga memohon dukungan berbagai pihak agar agenda tersebut bisa segera terealisasi dengan sukses demi ketahanan dan kemajuan masyarakat SBD.
“Kami mohon dukungan semua pihak termasuk masyarakat di lokasi kegiatan agar agenda riset bisa sukses terlaksana untuk kebaikan bersama,” pintanya. (TIM/RN)







