Pemkot Kupang Gandeng Containder Kelola Sampah dan Kembangkan UMKM

oleh -911 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Walikota Kupang, Christian Widodo dan Wakil Walikota, Serena Cosgrova Francis, membahas kerja sama pengelolaan sampah dan pengembangan UMKM bersama Containder.

Pembahasan bersama Founder Containder, Billy Gracia Josaphat Jobel Mambrasar berlangsung melalui zoom meeting diikuti Walikota dan Wakil Walikota di Aula Garuda, Rabu (12/3/2025).

Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Plt. Kadis DLHK, Matheos A.H.T. Maahury, SE beserta jajaran juga perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang. Containder adalah perusahaan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan terdigitalisasi.

Walikota Kupang, Christian Widodo antusias menyambut tawaran kerja sama dari Containder dalam pengelolaan sampah kota. Menurutnya ide dan konsep yang ditawarkan selaras dengan rencana Pemkot Kupang yang dirancangnya bersama Wakil Walikota, Serena Cosgrova Francis dalam mengelola sampah secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Chris Widodo menjelaskan dalam skema ini, setiap kecamatan di Kota Kupang akan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Di tempat ini, berbagai teknologi pengolahan sampah akan diterapkan, termasuk Refuse-Derived Fuel (RDF), bank sampah, serta sistem pengolahan limbah organik seperti maggot.

Selain itu, lanjutnya, bank sampah di tiap kelurahan yang sudah ada selama ini, akan terintegrasi dengan bank sampah utama di kecamatan. Nantinya, residu sampah yang tidak bisa diolah di TPST akan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang juga akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan lanjutan seperti pirolisis.

Lebih lanjut ditambahkan TPST di setiap kecamatan akan dilengkapi dengan berbagai teknologi pengolahan sampah, seperti mesin pencacah plastik, mesin pengepres dan fasilitas RDF. Jika ada investor lain yang ingin berkontribusi dengan teknologi seperti pirolisis, mereka bisa menambahkannya ke TPST atau ke lapisan pengolahan lanjutan di TPA.

“Saya ingin TPST di setiap kecamatan memiliki fasilitas pengolahan yang lengkap. Jika ada teknologi lain yang bisa ditambahkan, kita terbuka untuk kolaborasi lebih luas,” ungkap Walikota.

Dia berharap dengan kerja sama ini, Pemkot Kupang berharap dapat mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke TPA hingga 85 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Walikota, Serena Cosgrova Francis juga menyambut baik tawaran dari Billy Mambrasar untuk pengembangan UMKM di Kota Kupang. Dia optimis dengan kehadiran NTT Creative Hub yang berpusat di Kota Kupang akan berdampak pada anak muda di Kota Kupang. Karena itu menurutnya perlu dibuat roadmap untuk pengembangan UMKM di Kota Kupang terutama bagi kaum muda.

Founder Containder, Billy Mambrasar dalam pemaparannya menyampaikan Containder siap mendukung 100 hari program Chris Widodo dan Serena Francis untuk menciptakan dampak signifikan dalam pengelolaan sampah dan lingkungan dengan inisiatif strategis seperti, menyediakan mesin pencacah, pengepress, serta pengiriman sampah plastik ke offtakes untuk diubah menjadi nilai ekonomi serta pemasangan RDF guna mengonversi biowaste menjadi energi.

Dia menambahkan pihaknya akan mengumpulkan 1000 ton sampah dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi warga lokal sekaligus meningkatkan PAD Kota Kupang. Dalam kerja sama ini mereka juga mendorong pemanfaatan aplikasi serta motor listrik.

Terkait pengembangan UMKM, Mantan Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Pendidikan dan Inovasi itu memastikan pihaknya akan mendorong kerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan workshop dan pelatihan digitalisasi UMKM di Kota Kupang, serta melakukan program mentorship langsung dari para pakar digital untuk membangun brand identify, mulai dari perencanaan, pendampingan dan evaluasi. (Sumber: tiriloloknews.com)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.