RADARNTT, Kupang – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Insan Mandiri resmi hadir melayani masyarakat untuk memangkas praktik pinjaman bunga harian yang cenderung mencengkeram masyarakat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai koperasi primer provinsi yang berkantor pusat di Jl. Piet A. Tallo Kota Kupang mulai resmi beroperasi hari ini dengan jumlah anggota 26 orang yang diharapakan akan terus bertambah dan bertumbuh kembang menjangkau masyarakat di seluruh NTT.
Ketua Badan Pengurus KSP Wahana Insan Mandiri, Jonathan Nubatonis mengungkapkan latar belakang mendirikan koperasi karena keprihatinan atas kondisi masyarakat di desa-desa yang terjebak pinjaman koperasi harian yang sangat mencengkeram dan banyak ilegal.
“Ada latar belakang ketika kita keliling desa desa di daratan Timor dan NTT umumnya menjamur koperasi harian yang cukup mencengkeram ekonomi masyarakat dan ilegal. Sehingga kita prihatin dan ingin membantu pemerintah melalui koperasi yang memudahkan akses pinjaman kepada masyarakat dan memangkas usaha ekonomi yang menyengsarakan masyarakat,” ujar Nubatonis, Jumat (7/2/2025) di Kupang.
Nubatonis mengatakan, koperasi ini terbuka untuk semua orang bisa menjadi anggota asalkan memenuhi syarat keanggotaan dan menjalankan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku sebagai prinsip yang dipegang bersama.
“Kita terbuka bagi siapa saja bisa menjadi anggota dan memenuhi syarat dan kewajiban menyetor simpanan pokok Rp200.000 dan simpanan wajib Rp50.000,” kata Nubatonis.
Anggota yang sudah memenuhi syarat bisa mengajukan pinjaman untuk usaha ekonomi produktif dan kebutuhan konsumtif sesuai prinsip koperasi kredit.
“Kita punya cukup modal untuk memberi pinjaman kepada anggota yang memenuhi syarat, berapapun kebutuhan pinjaman yang diajukan anggota kita siap layani,” jelas Mantan Anggota DPD RI.
Jonathan Nubatonis juga menyampaikan akan memantapkan manajemen kantor pusat dan membuka cabang di seluruh NTT sesuai kebutuhan dan potensi anggota yang bergabung.
“Kita bisa hadir di seluruh wilayah NTT dan Indonesia sesuai ketentuan dalam akta pendirian tergantung situasi dan kondisi kebutuhan anggota,” kata Nubatonis penuh harap.
Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Plt Sekretaris Filipe Lelo Bere SE.MM menegaskan pihaknya siap memberikan bimbingan teknis bagi pengurus dan pengawas KSP Wahana Insan Mandiri agar semakin kompeten dan berkembang menjadi koperasi yang handal di NTT dan Indonesia.
“Saya punya tim yang selalu siap memberikan bimbingan teknis bagi pengurus dan pengawas koperasi agar semakin maju dan berkembang dalam menjalankan tugas melayani anggota dan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawas Koperasi.
Filipe Bere juga menekankan bahwa pemerintah provinsi NTT tidak membiarkan Koperasi Wahana Insan Mandiri berjalan sendiri, tetapi terus memberi pembinaan sumber daya manusia (SDM) kepada pengurus dan pengawas agar semakin kompeten.
“Kami pemerintah tidak akan membiarkan koperasi ini berjalan sendiri, tetap memberi bimbingan dan pembinaan SDM kepada pengawas dan pengurus agar semakin kompeten,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Bere, pengurus dan pengawas Koperasi Wahana Insan Mandiri wajib mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) sesuai ketentuan yang berlaku.
Dia juga mengucapkan selamat atas berdirinya Koperasi Wahana Insan Mandiri sebagai koperasi primer provinsi yang telah menambah jumlah menjadi 4.296 koperasi primer provinsi di NTT.
“Pemerintah Provinsi NTT mengucapkan proficiat dan apresiasi atas kerja keras berdirinya Koperasi Wahana Insan Mandiri,” tandasnya.
Acara peresmian yang berlangsung meriah penuh ceriah dibawah guyuran hujan itu dihadiri pihak Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, mitra dari Bank Mandiri, Notaris Pembuat Akta Koperasi, pengawas dan pengurus serta anggota. (TIM/RN)






