FORKOMA PMKRI Regio Timor Dorong Kemandirian Ekonomi

oleh -1489 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Regio Timor sukses menggelar kegiatan retret di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 12–13 Desember 2025. Acara bertema “Mari Kita Mulai Lagi Untuk Berbagi” ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi komitmen dan gagasan, dengan tujuan utama menyatukan potensi dan jejaring alumni PMKRI yang tersebar di seluruh Indonesia, diawali dari wilayah NTT.

Kegiatan ini secara khusus berfokus pada pembahasan strategis untuk membangun kemandirian ekonomi alumni dan menjadikan mereka motor penggerak ekonomi lokal. Salah satu sesi kunci dalam retret ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), alumni PMKRI Cabang Jakarta, dan mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) PMKRI, Christopher Nugroho.

Nugroho memaparkan materi berjudul “Strategi Membangun Ekonomi Alumni PMKRI”. Ia menyoroti bahwa alumni PMKRI di NTT memiliki potensi besar, tersebar di berbagai profesi seperti birokrat, politisi, pengusaha, akademisi, dan aktivis. Namun, potensi ini masih belum terorganisir optimal dalam satu kekuatan ekonomi yang terpadu. Solusi yang diusulkan adalah langkah terpadu melalui jejaring, pengembangan UMKM/Kewirausahaan, peningkatan kapasitas, dan kemitraan.

Visi ekonomi alumni PMKRI dicanangkan untuk menciptakan kemandirian dan motor penggerak ekonomi, dengan prinsip dasar ekonomi berbasis jejaring, nilai solidaritas, dan semangat berbagi. Arah penguatan jaringan alumni yang disepakati meliputi sensus dan pemetaan komprehensif profesi alumni di seluruh NTT, pembentukan Alumni Economic Network yang aktif di setiap kabupaten/kota, dan pengembangan platform digital untuk kolaborasi.

“FORKOMA harus mandiri ekonominya dan menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi masyarakat, memanfaat potensi jumlah anggota yang besar di seluruh NTT, dari beragam latar belakang profesi yang bisa saling terkoneksi dalam satu jejaring” demikian tegas Christopher dalam forum Retret FORKOMA PMKRI Regio Timor di Kupang, Sabtu (13/23/2025).

Dia juga memperkenalkan gerakan “Bela Beli Alumni” untuk memprioritaskan produk dan jasa sesama alumni, yang bertujuan membangun pasar internal yang kuat. Dalam rangka pengembangan kewirausahaan, FORKOMA berencana membentuk Inkubator Bisnis yang menyediakan pendampingan legalitas, pelatihan packaging dan branding, digital marketing, dan literasi keuangan.

Retret ini menghasilkan Langkah Prioritas 2025–2026 termasuk pembentukan Tim Ekonomi Alumni PMKRI NTT, peluncuran Database dan Platform Bisnis Alumni, pendirian Koperasi Ekonomi Alumni, serta menjalankan satu pilot project ekonomi alumni per region. Melalui Peta Jalan hingga tahun 2030, FORKOMA PMKRI menargetkan terwujudnya ekosistem ekonomi alumni yang mapan dan berkelanjutan, dengan target dampak mencapai 500 lebih unit UMKM Alumni terdaftar dan penyerapan 1.000 lebih tenaga kerja.

Dengan demikian, FORKOMA PMKRI Regio Timor berharap dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah NTT.

Christopher Nugroho mendorong FORKOMA PMKRI Provinsi NTT menjadi mandiri ekonomi dengan memanfaatkan potensi anggota FORKOMA PMKRI yang tersebar di seluruh NTT dengan berbagai latar belakang profesi dengan prinsip membeli produk FORKOMA.

Gagasan ini mendapat sambutan positif dari peserta retret yang terdiri dari FORKOMA DPC Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Forum retret menyepakati akan mensuport usaha individu masing-masing anggota yang sudah ada untuk lebih maju dan berkembang sambil mendorong unit usaha bersama yang menjembatani produk yang dihasilkan dari anggota untuk dipasarkan antar pulau dan dalam skala yang lebih besar.

Melihat beragamnya potensi daerah masing-masing daerah dengan jenis usaha di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kuliner, ekonomi kreatif yang akan menjadi konsern FORKOMA PMKRI NTT untuk mensuport program pemerintah seperti MBG, OVOP, OCOP, OSOP dan NTT Mart.

Ketua DPD FORKOMA PMKRI NTT, Aloysius Min menegaskan bahwa FORKOMA PMKRI NTT menjadi rumah bersama untuk meramu semua pemikiran dan usul saran dalam retret sesuai potensi kabupaten/kota masing-masing. Namun, aksi nyata berada di anggota masing-masing sesuai profesi yang sedang digelutinya.

“FORKOMA PMKRI NTT menjadi rumah bersama untuk saling bertukar gagasan dan informasi tentang apa yang sedang digeluti masing-masing anggota sehingga terbangun jejaring yang kuat untuk saling mendukung,” ujarnya. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.