Rahasia Semesta

oleh -1107 Dilihat
banner 468x60

Dari pesawat ini aku mengontak sahabatku di permukaan bumi, bahwa makhluk yang kami jumpai terbuat dari daging.

Kami berhasil mengangkut beberapa dari mereka, kemudian meneliti dengan cermat, bahwa mereka benar-benar segumpal daging.

Anehnya, daging-daging ini menggunakan gelombang radio untuk bicara, yang sinyalnya berasal dari mesin-mesin.

Mereka adalah ras satu-satunya di sektor ini, bahkan otaknya pun terbuat dari daging. Dari kepala sampai kaki, daging semuanya.

Bukan sejenis plasma elektron seperti otak kita. Kadang saya bertanya-tanya, jika otaknya juga daging, bagaimana makhluk ini bisa berpikir.

Jadi, daging itulah yang bernyawa dan hidup, daging itu bisa berpikir dan merasakan cinta, daging itu pun bisa bermimpi, punya keinginan dan hawa nafsu.

Selama ini, mereka ingin bicara dengan kita, mereka ingin menjelajah alam semesta ini.

Ternyata, kita adalah impian dan harapan bagi mereka.

Mereka ingin menghubungi makhluk hidup lainnya, bertukar pikiran dan infomasi.

Setidaknya, itulah pesan yang mereka kirimkan lewat radio,

“Hello, apakah ada daging di sana?” begitulah suara mereka.

Mereka juga menggunakan konsep, ide dan kata-kata, tapi semuanya dilakukan dengan daging.

Mereka hanya menampar daging-daging mereka, bahkan bernyanyi pun menyemburkan udara melalui daging.

Tampaknya mereka bisa bepergian ke planet lain dengan penampung daging khusus, tapi mereka tidak bisa hidup lama di sana.

Dan karena mereka daging, mereka hanya bisa bepergian melalui wilayah yang sangat membatasi mereka dengan kecepatan cahaya.

Kami sudah meneliti dan membedah kepala-kepala mereka, serta menghaluskan dagingnya hingga melupakan segalanya, dan kita hanya akan menjadi impian bagi para daging itu.

Kini, kami sudah mengosongkan semua sektor, dan tetap menjadi rahasia bagi mereka.

Tapi, kita bisa memetik hikmah dari perjumpaan dengan daging ini.

Sebab, kalau kita sendirian di jagat raya ini,

betapa sangat dinginnya alam semesta ini. ***

Sosok Wanita

Wanita bukan semata daging yang bernyawa, karena melalui sosok wanita,

Tuhan menyediakan tangga-tangga untuk menggapai derajat tinggi dan mulia, hingga menempuh kesucian hati.

Tak perlu kita membakar selimut baru hanya karena seekor kutu yang menempel di ujungnya.

Sungguh, wanita adalah cahaya Tuhan yang harus dicintai secara rohani, bukan semata-mata segumpal daging yang bersifat badani.

Wanita bukanlah hasil kreasi kita, namun ia dapat berdaya kreatif yang banyak mengilhami jalan hidup manusia.

Ia diciptakan sebagai cermin kotor dalam kalbu yang terus-menerus memerlukan gesekan agar semakin bersih dan suci.

Memang kita tak sanggup melihat yang kasatmata menurut kadar kecepatan cahaya, namun semakin rajin kita menggosok cermin hati, semakin jelas kita melihat segalanya, bahkan dengan merawat wanita dengan baik,

Tuhan dapat menyingkap rahasia-Nya kepada kita. ***

Bahasa Ruh

Di manapun Anda berada, jadikanlah dirimu sebagai jiwa, seperti Nabi Yusuf yang tetap menjadi jiwa biar bertahun-tahun dihinakan di dalam penjara.

Apa yang terbaik yang sedang kita cari, niscaya ia sedang sibuk mencari-cari kita.

Tak perlu repot-repot mengelilingi dunia untuk menguasai berbagai bahasa, karena jika bahasa ruh telah dikuasai, seluruh bahasa manusia dapat kita miliki.

Biarlah para politisi dan penguasa sibuk berdalih, mempertahankan dusta dan kebohongan, namun dengan jiwa yang suci, segalanya mudah tersingkap, karena segala dusta bersumber dari tubuh yang fana, sementara kejujuran dan kebenaran bersumber dari ruh suci dan abadi. ***

Oleh: Supadilah Iskandar

Penulis adalah Peneliti Sastra Kontemporer, menulis puisi dan prosa di berbagai media luring dan daring

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.