Embun Rahmat di Senja Hari

oleh -1231 Dilihat
banner 468x60

Perjumpaan yang menyejukkan. Kak Misriani Balle bukan lagi sosok yang asing untuk beberapa orang Lamboya dan sekitarnya. Misriani Balle adalah salah satu Misionaris dan Penerjemah Alkitab dalam berbagai bahasa daerah. Boleh dikatakan pakar linguistik. Sosok yang memiliki segudang pengalaman dan prestasi yang patut dibanggakan.

Yah, saya bangga menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang mengenal Kak Mis. Kami banyak mendengar dan mendapat banyak peneguhan dari gadis asal pulau Semau ini. Jalan-jalan dan cerita-cerita hidupnya sungguh inspiratif. Kadang menantang, kadang mengundang ketawa, tapi kadang menghantar ke dalam permenungan untuk menemukan kehendak Tuhan.

Saya lebih banyak menyimak, sambil sesekali bergumam, mengamini, tapi terkadang membuatku bertanya-tanya, kok bisa yah. Bapa Romo Theo dan Ka Mis sangat komunikatif dalam obrolan diskursif siang ini. Maklum, bidang yang digeluti tak jauh berbeda. Sebuah ungkapan Bapa Romo Theo seakan mengafirmasi jalan dan kisah hidup Ka Mis “Tuhan sungguh menulis elok di atas garis-garis bengkok”.

Di sinilah nampak betapa Allah mau menunjukkan keindahan dan kemuliaan-Nya dalam garis-garis hidup ciptaan-Nya. Melalui peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman manusiawi, tersusun rapihlah mozaik hidup ciptaan. Semuanya memang demi kemuliaan nama-Nya yang agung. BETAPA AGUNG KARYAMU YA TUHAN BETAPA LUHUR SEGALA RENCANAMU.

Tanpa kami sadari jam tangan menunjuk pukul 15.30. Terik mentari siang semakin tak terasa lagi. Hati kami kian teduh. Untaian doa kami lantunkan. Kami mensyukuri berkat yang tercurah di senja hari ini. Kami mengakhiri temu singkat namun bernas ini melalui penumpangan tangan terurapi, Bapa Romo Theo. Syukur pada-Mu Tuhan.

Terima kasih Ka Mis. Terima kasih Bapa Romo Theo. Kalian mengajari dan memperkaya saya dengan berbagai pengalaman yang sungguh tak mungkin saya lupakan. Inilah harta terindah yang bila dicari, boleh jadi tak bisa ditemukan. Tapi ketika tidak dicari, malah datang dengan sendirinya (tak terduga). Sekali lagi, Terima kasih.

Di penghujung temu singkat yang bernuansa “rohani” ini tak lupa kami mengabadikannya dalam gambar-gambar dokumenter yang akan terus mengingatkan kami, bahwa di sini, di tempat ini, di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Mikhael Penfui Kupang, pernah terjadi peristiwa bersejarah.

Pelakunya adalah kami-kami. Kami adalah pelaku sekaligus pencipta sejarah hidup. Kucukupkan sampai di sini cerita dan goresan kisah di hari keempat, bulan ketujuh, tahun dua ribu dua puluh empat. Sampai jumpa di lain kisah.

Salam hangat,

Oleh: Sintia Bili

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.