Jangan Menjual Isu Murahan Saat Kehabisan Gagasan

oleh -348 Dilihat
banner 468x60

Orang yang tidak mampu berpolitik secara cerdas sering kali memilih menghalalkan segala cara, termasuk memainkan isu-isu murahan untuk memengaruhi opini masyarakat. Salah satunya adalah narasi yang menyebut, “jangan pilih calon kepala desa dari luar daerah.” Isu seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bertentangan dengan semangat demokrasi dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Perlu dipahami bahwa tidak ada satu pun ketentuan hukum yang melarang seseorang mencalonkan diri sebagai kepala desa hanya karena domisilinya berada di daerah lain. Undang-undang maupun putusan Mahkamah Konstitusi tidak mewajibkan calon kepala desa harus merupakan penduduk asli atau lahir di desa tempat ia mencalonkan diri.

Secara administrasi, saya, Rikardus Ngaca, adalah warga Kabupaten Manggarai Barat dan berdomisili di Desa Batu Cermin yang sedang berjuang mencari pengalaman dan kehidupan yang lebih baik. Namun, saya juga merupakan putra asli Beokina, Desa Golo Langkok. Karena itu, saya memiliki hak konstitusional yang sama (hak politik) sebagai warga negara untuk ikut serta dalam kontestasi politik, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon yang dipilih.

Saya memahami bahwa ada pihak-pihak yang mempertanyakan keikutsertaan saya dalam Pilkades lintas wilayah. Namun, kehadiran saya bukanlah pelanggaran hukum. Sebaliknya, saya telah memenuhi seluruh persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.

Mahkamah Konstitusi melalui putusannya telah membatalkan ketentuan lama yang mewajibkan calon kepala desa harus berdomisili atau ber-KTP di desa tempat pencalonan. Putusan tersebut menegaskan bahwa pembatasan domisili bertentangan dengan hak konstitusional setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan membangun masyarakat.

Karena itu, mari berpolitik secara sehat. Adu gagasan, program, integritas, dan rekam jejak, bukan menyebarkan isu yang menyesatkan masyarakat. Demokrasi yang dewasa lahir dari pertarungan ide, bukan dari politik identitas dan propaganda yang tidak berdasar.

Oleh: Rikardus Ngaca

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.