Datang dengan Air Mata, Pulang dengan Sukacita: Pesan Uskup Hironimus saat Resmikan Gua Maria Stella Matutina

oleh -691 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Soe – Suasana haru dan sukacita menyelimuti Oetunu, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat, 18 September 2026. Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, memberkati dan meresmikan Taman Doa Peziarah Harapan dan Gua Maria Stella Matutina yang berada di wilayah Paroki Santu Arnoldus Janssen dan Yosef Freinademetz (Aryos) Niki-niki.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, pemberkatan gua dan taman doa, serta Perayaan Ekaristi yang dihadiri ribuan umat.

Turut hadir Vikep TTS, Pastor Paroki Bunda Orang Miskin Noelmina, para imam, biarawan-biarawati, Camat Kuatnana, Camat Amanuban Tengah, para Kepala Desa, Kapolsek Batu Putih, Kapolsek Amanuban Tengah, Danramil Amanuban Tengah, serta umat Paroki Aryos Niki-niki.

Dalam khotbahnya, Uskup Hironimus Pakaenoni menegaskan bahwa tempat ziarah yang baru ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar destinasi kunjungan.

“Taman doa dan gua ini bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tapi tempat perjumpaan manusia dengan Tuhan, ruang penyembuhan batin, juga tempat untuk menyalakan harapan,” ujar Uskup Hironimus di hadapan ribuan umat.

Ia mengajak umat berkaca pada sosok Bunda Maria. Dalam tradisi Gereja Katolik, Maria adalah perempuan yang menerima panggilan Allah dengan penuh ketaatan. Di depan gua Maria, umat diingatkan untuk jangan pernah kehilangan arah.

Uskup kemudian merenungkan Injil Visitasi, ketika Maria mendengar kabar dan segera mengunjungi Elisabet. Elisabet pun berseru, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita.”

“Seorang peziarah bukan datang ke tempat doa untuk mencari mukjizat atau keajaiban, tapi untuk berjumpa dengan Tuhan dengan hati yang remuk redam, dengan berbagai kesulitan dan kecemasan. Bukan karena Maria menggantikan Tuhan,” tegasnya.

Uskup Hironimus menjelaskan makna Per Mariam ad Jesum – melalui Maria menuju Yesus. Nama Stella Matutina atau Bintang Fajar dimaknai sebagai penunjuk jalan, bukan sumber terang itu sendiri.

“Nama Bintang Fajar memiliki makna. Ia bukan matahari itu sendiri. Begitu juga Maria bukan sumber atau matahari sejati, tapi yang menghantar pada Kristus. Maria hadir sebagai bintang fajar yang mengingatkan agar terus berharap, bahwa orang yang datang dalam kegelapan akan menemukan terang, yakni terang Kristus sejati,” jelasnya.

Menurut Uskup, taman doa bukan sekadar untuk memperindah lingkungan, melainkan memiliki dimensi spiritual yang kuat.

“Seorang peziarah datang dengan air mata, pulang dengan sukacita. Inilah arti sebuah tempat ziarah atau taman doa. Ini bukan tempat rekreasi atau berkunjung secara lahiriah, tapi sekolah keheningan, harapan dan kasih,” ucapnya yang disambut anggukan umat.

Uskup juga menekankan buah dari peziarahan sejati adalah perubahan hidup.

“Yang penting, setelah ada kabar ia diberkati, Maria menerima Yesus dan membawa Yesus kepada orang lain. Bukan kita datang berdoa dan pulang membenci orang lain. Peziarah sejati harus mengubah hidup kita, yakni pulang membawa harapan dan kasih,” kata Uskup.

“Ketika Maria menyanyikan Magnificat, bukan berarti semua sudah selesai, melainkan melalui penderitaan, Via Dolorosa. Iman artinya kita percaya bahwa Allah lebih besar dari masalah kita. Tempat ini untuk mengatakan bersama Maria, jiwaku memuliakan Tuhan,” lanjutnya.

Di akhir homili, Uskup berpesan agar tempat ziarah baru ini dijaga bersama.

“Jagalah kebersihan, jagalah keheningan, dan jagalah roh doa di tempat ini, agar orang miskin tidak merasa asing. Gaudium et Spes, kegembiraan dan harapan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Aryos Niki-niki, Jakobus Banamtuan, berharap taman doa tersebut terus dijaga dan dipelihara karena merupakan tempat doa.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Uskup Agung Kupang, kepada keluarga Faot yang telah menghibahkan tanah, serta kepada Maksi Tofeto yang telah mengerjakan pembangunan Taman Doa dan Gua Maria Stella Matutina.

Ketua Panitia Pembangunan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses penyelesaian, kepada Uskup yang telah meresmikan dan memberkati, serta kepada Pastor Paroki Aryos Niki-niki.

Taman Doa Peziarah Harapan dan Gua Maria Stella Matutina Oetunu secara administratif terletak di Kecamatan Kuatnana, namun secara pastoral masuk dalam wilayah Paroki Aryos Niki-niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS. (AB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.