Kepiawaian Komunikasi Politik IMA-REY Modal Berharga Bangun Daerah Alor

oleh -1544 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Komunikasi politik yang dibangun para bakal calon bupati dan wakil bupati tidak saja untuk sebuah koalisi partai politik mengusung pasangan tetapi lebih dari itu sebagai pintu masuk menuju terwujudnya pembangunan daerah melalui kepiawaian komunikasi lintas kekuatan politik di level nasional sebagai sumber daya politik di negeri ini.

Kepiawaian komunikasi politik sungguh dimiliki Ima Blegur dan Rey Atabuy (IMA-REY) sebagai modal berharga membangun daerah kepulauan kabupaten Alor. Demikian kata Akademisi Universitas Tribuana Kalabahi, Dr. Fredrik Abia Kande, Senin (30/7/2024).

“Kepiawaian IMA-REY dalam komunikasi politik merupakan modal berharga yang dibutuhkan untuk menafigasi pemerintahan daerah ke depan,” ujar Fredy Kande merespons pemberian rekomendasi DPP Perindo kepada pasangan bakal calon IMA-REY.

Menurutnya, pemberian rekomendasi ini adalah output dari proses komunikasi politik dan konsolidasi panjang, sudah barang tentu membutuhkan kecerdasan dan kekuatan relasi di semua level. Dan ini dimiliki IMA-REY yang tentu menjadi modal dasar membangun daerah kabupaten Alor ke arah yang semakin baik ke depannya. Menurut Fredy Kande, ini jauh dari kata transaksional, ini soal trush, soal kepercayaan terhadap agenda-agenda transformatif yang diusung oleh IMA-REY.

Pasangan IMA-REY adalah kombinasi yang mampu menarik gerbong perubahan dengan spirit “melanjutkan yang sudah baik dan memperbaiki yang masih kurang“.

Spirit yang selalu dikumandangkan Ima Blegur dan Rey Atabuy dalam setiap kesempatan perjumpaan dengan masyarakat. Karena IMA-REY memandang setiap pemimpin ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya. Tidak ada manusia sempurna di dunia ini, mesti saling melengkapi dari kepemimpinan ke kepemimpinan.

Prinsip pembangunan berkelanjutan, masa berganti pemimpin baru tetapi roda pembangunan terus berjalan, tidak ada titik berhenti dan tidak ada yang memulai dari nol. Hanya perlu perbaikan dan pembaruan pada hal-hal yang masih kurang dan belum mendapat perhatian.

Untuk maju di Pilkada Alor, pasangan IMA-REY mengusung visi “Mewujudkan Alor Bangkit dan Menuju Sejahtera”.

“Visi Alor Bangkit merupakan suatu gerakan pemikiran sekaligus gerakan aksi yang berinti pada upaya restorasi dan transformasi tatanan hidup masyarakat Alor, pada seluruh aras dan aspek kehidupan,” ujar Ima Blegur dalam suatu kesempatan belum lama ini.

Mencermati kompleksitas problematika pembangunan di Kabupaten Alor, baik yang klasik maupun kontemporer, maka kehendak membangun Alor tidak bisa lagi sekedar “doing more about the same”, melainkan membutuhkan suatu gerakan kebangkitan baru, melalui jalan restorasi maupun transformasi yang memprasyarati adanya percepatan, bila perlu lompatan pembangunan yang eksponensial.

“Bangkit adalah suatu gerakan untuk menata kehidupan baru yang terbebas dari keterpurukan hidup,” jelas Ima Blegur.

Dalam perspektif ini, lanjutnya, bangkit dimaknai sebagai gerakan pembebasan masyarakat dari keterpurukan hidup mereka akibat kemiskinan dan kemiskinan ekstrim, stunting, kematian ibu dan anak, pengangguran, rendahnya aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas, infrastruktur dasar yang buruk, pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas, serta beragam penyebab keterpurukan lainnya.

“Bangkit juga dapat dimaknai sebagai suatu gerakan untuk mengaktualisasi potensi diri demi mencapai kebahagiaan hidup,” jelas Doktor Politik jebolan Universitas Indonesia.

Oleh karena itu, kata Ima Blegur, pembangunan Alor haruslah berorientasi pada terciptanya kondisi yang sehat dan kondusif bagi berlangsungnya proses aktualisasi potensi masyarakat dan lingkungannya secara optimal, demi meraih kebahagiaan hidup bersama, baik secara material, sosial maupun spiritual.

“Selain itu, kata bangkit diartikan sebagai upaya untuk mengatasi nilai-nilai tradisional dan menciptakan nilai-nilai baru,” sebut Mantan DPR RI dua periode.

Makna bangkit di sini, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan pola sikap dari semua pemangku kepentingan untuk menciptakan makna hidup sendiri yang menjadi tanggungjawabnya (tidak tergantung pada kekuatan eksternal) dalam menjawab dinamika dan tantangan perubahan.

“Bangkit juga berarti suatu tindakan nyata untuk bangkit dari suatu keadaan masyarakat yang rendah, yang nista atau yang hina menuju kehidupan baru yang lebih tinggi atau lebih mulia,” tegas Ima Blegur.

Makna bangkit sebagai suatu keberanian untuk menghadapi absurditas kehidupan (mustahil, tidak masuk akal, menggelikan, menjadi olokan), dengan semangat perjuangan yang terus menggelora serta tidak mudah menyerah walau hanya bermodalkan secuil harapan. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.