Polisi Pejuang Bongkar Jaringan Mafia Human Trafficking NTT Dikriminalisasi

oleh -2611 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Polisi pejuang membongkar jaringan mafia Human Trafficking di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikriminalisasi Pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) NTT saat gencar membongkar jaringan mafia BBM Subsidi Wong Tjilik NTT.

Demikian tegas Ketua KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia), Gabriel Goa dalam keterangan pers yang diterima media ini Sabtu (27/7/2024).

“Masih belum sembuh luka batin rakyat NTT terutama para Korban Human Trafficking bahwa Para Pelaku Human Trafficking dibeking oleh Petinggi Polda NTT saat dibongkar oleh Anggota Polri Putra Asli NTT RS,” bebernya.

Nasib sial bagi RS, tegas Gabriel Goa, bukannya didukung dan dibela untuk usut Pelaku dan Auktor Intelektualis Human Trafficking oleh Pimpinan Polda NTT justru mereka menjadi “Beking” jaringan mafiosi Human Trafficking. RS dikriminalisasi dan dipenjarakan.

“Kotak pandora terbuka dan jaringan Human Trafficking dibongkar dan menjadi atensi Presiden Jokowi dan Dunia Internasional salahsatunya Paus Fransiskus,” tegasnya.

Fakta membuktikan, kata Goa, hingga saat ini “Bos-Bos Pimpinan Polda NTT Yang Diduga Kuat Beking dan Pelaku Krimininaslisasi RS samasekali tidak tersentuh hukum.

“Sungguh sangat miris dan menyedihkan Polri putera asli NTT yang berani dikriminalisasi sedangkan Bos diamankan gimana mau berantas Mafiosi Human Trafficking? TUHAN MAHA ADIL oleh Presiden Jokowi dan Komnas Ham NTT dinyatakan Daerah Darurat Human Trafficking NTT menjadi atensi Nasional dan Internasional dalam pencegahan dan penegakan hukum,” ujar Gabriel Goa.

Berkat perjuangan RS dkk, sebutnya, maka para Pelaku Human Trafficking ditangkap dan.diproses hukum tetapi Auktor Intelektualis dan Beking-Beking sama sekali tidak tersentuh hukum.

“Ini menjadi PR Besar Rakyat NTT, Pers, CSO dan Lembaga Agama di NTT untuk lebih berani menekan Kapolri, Presiden RI dan DPR RI untuk tidak melindungi dan mengamankan BEKING-BEKING MAFIOSI HUMAN TRAFFICKING,” tegas Gabriel Goa.

Belum selesai jerit.tangis rakyat NTT, kata dia, terutama para Korban Human Trafficking yang pulang dalam peti mati, kini RS dkk di Krimum Polresta Kupang Kota kembali dikriminalisasi Pimpinan Polda NTT atas keberanian mereka membongkar kejahatan mafiosi BBM Bersubsidi untuk Nelayan dan Petani Miskin NTT yang dirampok.dan dibeking “Diduga Kuat Bos-Bos Oknum Petinggi Polda NTT”.

“Dana triliunan untuk biaya subsidi BBM bagi Nelayan dan Petani NTT dirampok secara berjamaah di NTT,” tegasnya.

Rakyat NTT tidak boleh diam, ajak Gabriel Goa, tapi segera bangkit dan bergerak pasca Catar tidak.ada putera asli NTT. NTT Bukan Anak Tiri di NKRI jadi sudah waktunya solidaritas bersama untuk mendukung RS dkk.

“Terpanggil nurani kemanusiaan mendukung RS dkk yang sudah membongkar jaringan mafia Human Trafficking dan kini membongkar jaringan mafia BBM Bersubsidi bagi rakyat miskin NTT yakni Nelayan dan Petani maka kami mengajak solidaritas bersama KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia), Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Penggiat Anti Human Trafficking, Penggiat Ham, Penggiat Anti Korupsi dan Pers,” ajaknya.

Untuk pertama, mendesak Komisi III DPR RI.segera memanggil Resmi Kapolri dan Kapolda NTT beserta seluruh jajarannya untuk.dimintai pertanggungjawaban terkait belum ditangkap dan diproses hukum Auktor Intelektual dan “Beking-Beking” mafiosi Human Trafficking, BBM Bersubsidi untuk Nelayan dan Petani Miskin NTT, Judi Bola Dingdong dan Calon Taruna Akpol dan Polri di wilayah hukum NTT.

Kedua, mendesak KOMNAS HAM, KOMPOLNAS dan OMBUDSMAN RI memanggil Resmi Kapolri dan Kapolda NTT untuk dimintai keterangan resmi terkait Dugaan Pelanggaran Ham.dan Maladministrasi.

Ketiga, mendesak KPK RI untuk melakukan penyelidikan.terkait Dugaan Kuat Gratifikasi dan/atau Suap dalam Kasus Human Trafficking, Kasus BBM Subsidi untuk Nelayan dan Petani Miskin NTT, Kasus Judi dan Kasus Catar Akpol serta Polri SPN di wilayah NTT.

Keempat, mengajak Solidaritas Rakyat NTT, Penggiat Anti Human Trafficking, Penggiat Anti Korupsi, Penggiat Ham, Lembaga Agama, Lembaga Masyarakat dan ORMAS, Mahasiswa dan Mahasiswi serta Pers untuk solid berkolaborasi mendukung total RS, dkk putera Asli NTT untuk berjuang memberantas mafioasi kejahatan.di NTT yang diduga kuat dibeking “Bos-Bos Oknum Pimpinan Polda NTT dan RS, dkk yang dikriminalisasi karena mereka berani membongkar kejahatan Mafiosi BBM.Subsidi.di NTT.

“Kita tidak boleh lagi RS dkk terulang kembali seperti RS dkk bongkar mafiosi Human Trafficking dulu. NTT Bergerak Lawan Kaum Kuat Kuasa dan Kuat Modal yang dibeking diduga kuat OKNUM BOS APARAT PENEGAK HUKUM!,” tegas Gabriel Goa.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton mengatakan masih mengecek ke Propam Polda NTT untuk mengetahui persis pelanggaran disiplin apa yang dilakukan RS, dkk.

“Ini mesti saya cek dulu di Propam Polda. Alasan RS dkk diperiksa di propam Polda itu terindikasi melakukan pelanggaran disiplin apa. Ini mesti di gali,” ucap Beda Daton, Selasa (30/7/2024) pagi via seluler.

Pihaknya akan menggali seperti apa duduk masalahnya yang menimpa RS, dkk sehingga diproses hukum di internal. Baru akan memberi pernyataan resmi ke publik.

Sementara pihak Polda NTT, melalui Kabid Humas Polda NTT, Aryasandi ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan whatsapp belum aktif.

Diketahui, 14 anggota Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kupang Kota dimutasi serentak.

Mutasi yang terkesan mendadak saat dugaan mafia BBM subsidi sedang ditangani ini dilakukan sesuai Surat Nomor KEP/394/2024 tertanggal 18 Juli 2024 tentang Mutasi Polda NTT yang dikeluarkan pada Selasa (23/7/2024).

Surat ini ditandatangani Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) atas nama Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga.

Dari 14 anggota yang dimutasi itu diantaranya Kasat Reskrim AKP Yohanes Suhardi S.Sos, MH dan KBO Satreskrim IPDA Rudy Soik yang menerima tugas baru sebagai Pama Yanma Polda NTT. 

Sementara 12 anggota lainnya dimutasi ke Polres Rote Ndao, Polres Sabu Raijua, Polres Nagekeo, Polres Malaka, dan Polres Sumba Barat Daya. 

Sebelumnya, 14 anggota Reskrim Polres Kupang Kota ini berhasil mengungkap dugaan mafia BBM subsidi jenis Solar di Kota Kupang. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.