Kita diperintahkan beribadah dan beramal saleh seakan-akan kita meilihat dan menyaksikan Tuhan.
Kalaupun tak sanggup melihat Tuhan, yakinlah bahwa Tuhan sedang menyaksikan kita semua.
Namun yang terjadi pada bangsa ini, betapa banyak orang-orang beribadah semata-mata hanya dijadikan komoditas politik untuk menipu dan merampas hak mereka yang lemah, serta mereka yang termarjinalkan secara sosial maupun politik.
Maka, tidak berlebihan ketika masjid dan gereja telah menjadi bangunan-bangunan berhala demi lestarinya kekuasaan yang dikiranya dapat menjaga keamanan dan kenyamanan mereka, bahkan kekayaan telah menjadi ilusi yang dianggap dapat memberi kesenangan di hari tua. (*)
Oleh: Supadilah Iskandar
Penulis adalah Penggiat Sastra Milenial Indonesia, menulis Puisi dan Prosa di berbagai media nasional, luring dan daring






