Simon Petrus Kamlasi Dorong Sistem PLTS On Grid di Sektor Publik

oleh -1791 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi mendorong pemanfaatan potensi energi surya yang melimpah mencapai 9.931 mega watt (MW) dengan menerapkan Sistem PLTS On-Grid untuk sektor publik pada fasilitas umum. 

“Hal ini dapat menghemat anggaran untuk biaya listrik di kantor-kantor pemerintah sekaligus menghemat energi listrik,” demikian kata calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi di Kupang belum lama ini.

Dia menekankan pentingnya menerapkan sistem ini terutama di fasilitas umum seperti kantor pemerintah dan taman-taman kota. Akan menghemat anggaran belanja operasional khusus listrik di kantor pemerintah dan penerangan taman kota.

Potensi melimpah, faktor alam NTT sangat mendukung dengan tingkat sinar matahari yang cukup tinggi, yaitu sekitar 4,5-6,5 jam per hari. Akses yang mudah terhadap sumber daya untuk pemasangan panel surya dan biaya pemasangan yang terjangkau.

“Kita mulai dari fasilitas umum seperti kantor pemerintah dan taman-taman kota menggunakan sistem PLTS On-Grid,” kata Simon Petrus Kamlasi.

Agar menggunakan panas matahari untuk kebutuhan penerangan dan lain-lain di kantor pemerintah, sembari menyimpan cadangan energi dari suplai panas matahari langsung On-Grid listrik PLN.

“Mungkin hal ini sedikit merugikan PLN tapi nanti kita bicarakan bersama PLN agar mereka terlibat aktif di bagian tertentu sehingga tetap saling menguntungkan dalam menyediakan energi alternatif yang berkelanjutan,” kata Simon Petrus Kamlasi.

Tetapi, tegasnya, nanti PLN mendapat untung dari sisi penjualan jaringan dan suku cadang paket PLTS seperti panel surya, inverter dan lain-lain serta bertindak sebagai pembina teknisnya.

Melalui pemasangan meteran listrik EXIM atau kWh EXIM adalah meteran khusus yang dipasang PLN untuk pelanggan yang memiliki sistem panel surya atap (PLTS) yang tersambung ke jaringan PLN. Meteran ini berfungsi untuk mengukur arus listrik yang masuk dari jaringan PLN ke rumah dan arus listrik yang keluar dari PLTS ke jaringan PLN. 

Meteran EXIM memiliki beberapa manfaat, di antaranya: Memungkinkan pelanggan untuk mengekspor kelebihan listrik yang dihasilkan PLTS ke PLN. Kelebihan listrik yang diekspor dapat dihitung dan dikonversi menjadi kredit di PLN, sehingga tagihan listrik bulanan dapat berkurang. Memungkinkan pelanggan untuk menggunakan PLTS On-Grid reguler yang lebih terjangkau secara nilai investasi.

Sistem PLTS On-Grid adalah sebuah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung langsung ke jaringan listrik utama atau grid. Dalam sistem ini, energi yang dihasilkan oleh panel surya akan digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan listrik di dalam rumah atau bangunan.

Jika jumlah energi yang dihasilkan lebih dari yang diperlukan, maka energi tersebut akan dialirkan ke grid listrik publik. Sebaliknya, jika energi yang dihasilkan tidak mencukupi, energi akan disuplai dari grid listrik publik.

Diketahui, selain potensi energi surya, NTT juga memiliki potensi energi terbarukan lainnya, seperti: Energi air: 624 MW, Energi minihidro dan mikrohidro: 95 MW, Energi angin atau bayu: 10.188 GW, Panas bumi: 1.223 GW. 

Namun, saat ini 90 persen pembangkit listrik di NTT bersumber dari energi fosil. Sebesar 43,9 persen dari total 534,40 MW pembangkit di NTT, merupakan pembangkit listrik berbasis diesel. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.